Beranda / Romansa / PEREMPUAN BERKALANG NODA / 11. Perhiasan Pinjaman

Share

11. Perhiasan Pinjaman

Penulis: Mastuti Rheny
last update Tanggal publikasi: 2026-04-02 14:00:06

"Kalau kamu masih ingin bertemu dengan putrimu, lakukan apa yang aku perintahkan."

Kali ini Hans sudah masuk ke dalam kamar kembali.

Aku membeku dan mulai menoleh padanya. Raut mukanya masih dingin, selalu penuh dominasi yang tak terbantahkan.

Ancamannya segera membelenggu.

Tak ada yang bisa aku lakukan selain menurutinya.

Di hadapanku aku kenakan gaun pilihannya itu. Sebuah pakaian yang lagi-lagi membuatku merasa terlalu menyelami statusku saat ini sebagai seorang wanita penghibur.

Meski gaun
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    68. Membujuk Maya

    “Jadi kamu memilih tetap mempertahankan pelacur itu?”Aku langsung berdiri dari kursi dengan rahang mengeras.Tatapan mataku menghujam lurus pada Rizal yang masih duduk dengan wajah penuh amarah.“Jaga ucapan kamu,” desisku tajam.Rizal tertawa miring seolah merasa menang.“Aku cuma mengatakan kenyataan.”Aku mengepalkan kedua tangan kuat-kuat sampai urat di punggung tanganku menonjol.“Kalau begitu dengarkan aku baik-baik.” Aku mencondongkan tubuh sedikit ke arahnya. “Aku akan menikahi Maya.”Seketika senyum di wajah Rizal lenyap.Sorot matanya berubah drastis. Terlihat terkejut sekaligus tidak percaya.“Apa?”“Aku akan menikahi Maya,” ulangku tegas tanpa keraguan sedikit pun.Rizal langsung berdiri.“Kamu sudah gila?”“Tidak. Justru sekarang aku sadar kalau Maya membutuhkan seseorang yang benar-benar melindunginya.”Rizal mendengkus kasar.“Kamu pikir menikahi perempuan dengan masa lalu seperti dia tidak akan menghancurkan hidup kamu?”Aku tertawa hambar.“Masa lalu apa yang kamu ma

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    67. Saling Mengancam

    Tak perlu terlalu banyak pertimbangan aku langsung mengajak ibu berbicara malam ini.Sesudah memastikan Maya tenang, aku segera melarikan mobilku untuk pulang ke rumah, rumah yang selama aku tinggali bersama ibu. Rumah lama kami yang sudah aku renovasi sedemikian rupa."Sudah pulang, Jar?" sapa ibu saat beliau menyambutku di depan pintu.Sudah menjadi kebiasaan beliau setiap kali mendengar suara mobilku memasuki halaman, selama ibu masih terjaga ibu akan berjalan menyongsong kedatanganku."Katanya kamu nggak pulang, karena ada operasi besar?""Operasinya diundur Bu, soalnya kondisi pasien nggak memungkinkan."Aku langsung menyalami tangan ibu sambil mencium punggung tangannya saat mulai memasuki rumah."Kamu sudah makan?" tanya ibu selalu penuh perhatian.Aku menggeleng pelan."Ya sudah, ayo ibu siapkan makanan buat kamu."Aku mengangguk dan mulai melangkah lesu menuju meja makan.Sementara ibu terus memperhatikan aku dengan tatapan intens meski beliau langsung menuju dapur demi menyi

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    66. Kebejatan Rizal 2

    Fajar POV Aku memutuskan mendatangi Maya setelah operasi yang sudah dijadwalkan batal karena keadaan pasien yang tak memungkinkan. Sesampainya di rumah yang sudah aku beli bertahun silam itu, hati ini terbetik penasaran ketika melihat mobil Rizal terparkir di depan. Tapi baru akan melangkah menuju pintu, telingaku menangkap suara teriakan Maya. Hatiku segera dihinggapi praduga buruk. Tanpa menunggu lama aku segera membuka pintu di depanku, dan bergegas masuk. Saat di dalam aku tak menyangka bisa melihat pemandangan yang langsung memantik amarahku. Bagaimana mungkin sahabatku sendiri bisa berbuat sekeji itu. Benar-benar tak bisa kuterima dengan nalar, sosok seperti Rizal yang aku tahu sebagai seorang suami yang setia, malam ini, di rumah yang aku jadikan sebagai tempat perlindungan untuk wanita yang aku cintai, melakukan perbuatan bejat. Dia ingin menggagahi Maya, wanita yang selama ini selalu ingin aku jaga. Segera aku menarik tubuh Rizal dan membantingnya ke atas la

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    65. Kebejatan Rizal

    Maya POV"Bagaimana ..., kamu mau menerima tawaranku kan?"Rizal bertanya dengan terlalu tenang. Nadanya terkesan membujuk tapi juga disertai keyakinan seakan aku bisa mudah menerima tawarannya.Rizal kian mendekatkan dirinya.Tapi aku segera menggeser tubuhku sedikit menjauh.“Kumohon jangan berpikiran buruk dulu, Maya,” ujar Rizal pelan sambil dia mengambil duduk tepat di sampingku.“Aku justru ingin menyelamatkan kamu.”Aku menggenggam kedua tangan sendiri erat-erat di atas pangkuan.Tatapan lelaki itu terasa semakin membuatku tak nyaman.“Aku akan berusaha untuk melindungi kamu. Yang jelas aku tak akan seperti suami kamu yang tidak punya nurani itu, bukankah dia yang selama ini sudah memaksamu menjual diri?"Suaranya merendah, terdengar lembut. “Aku akan jadikan kamu hanya sebagai milikku."Aku diam. Tapi setelah itu aku mulai menoleh dan memandangnya lekat."Sebagai apa?" tanyaku memastikan.“Aku bisa memberi kehidupan yang layak buat kamu dan anakmu.” Rizal tersenyum tipis. “K

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    64. Tawaran Yang Merendahkan

    Maya POVTanganku gemetar saat akhirnya membuka kunci pintu itu.Pintu kayu terbuka perlahan, menampilkan sosok Rizal yang berdiri tegap di hadapanku. Aroma parfum mahalnya langsung menyeruak masuk bersama udara malam.Aku mundur satu langkah memberi jarak.“Aku cuma ingin bicara,” katanya tenang.Sorot matanya jauh berbeda dibanding malam pertama saat aku mengenalnya dulu. Kali ini tak ada senyum santai ataupun guratan menggoda. Wajahnya terlihat serius.Aku menelan ludah pelan.Meski begitu aku mulai menggeser tubuhku, memberinya ruang untuk lewat.Rizal melangkah masuk. Matanya menyapu ke dalam rumah seolah ingin memastikan sesuatu sebelum akhirnya kembali menatapku.“Katakan padaku apa yang ingin kamu katakan tentang Fajar?" Aku mulai bertanya. Sementara gelisahku sudah menggantung di ujung hati. Entah mengapa aku merasa telah mengambil keputusan yang salah dengan membiarkan pria yang aku tahu adalah juga teman Fajar itu, masuk ke dalam rumah ini."Tapi sebelumnya apakah aku bole

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    63. Bimbang

    Aku melenggang dengan langkah ringan saat keluar dari ruang pemeriksaan.Berkat dukungan Fajar yang selalu mendampingiku aku mampu memberikan keterangan dengan lancar.Fajar selalu meyakinkan aku jika Benny tidak akan bisa lepas dari jeratan hukum begitu saja karena kesalahannya terpampang nyata lewat semua bukti yang sudah dikumpulkan.Meski begitu aku masih belum bisa menghilangkan ganjalan di hati atas keberadaan Mas Angga juga putriku Dita. Aku sangat berharap jika pria yang masih menjadi suamiku itu bisa memperlakukan putri kami dengan baik."Benny pasti akan mendapat hukuman yang setimpal," ucap Fajar sebelum dia menyalakan mesin mobilnya.Wajahnya menunjukkan ekspresi penuh keyakinan kepadaku.Bibirku melengkungkan senyuman samar.Sungguh aku sangat menghargai segala usahanya demi bisa menuntaskan semua persoalanku.Berkali-kali aku telah membebani Fajar dengan permasalahanku. Entah sampai kapan aku akan menjadi bebannya. Kuharap tidak akan terlalu lama karena aku ingin Fajar b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status