Beranda / Romansa / PEREMPUAN BERKALANG NODA / 24. Hanyut Oleh Gairah

Share

24. Hanyut Oleh Gairah

Penulis: Mastuti Rheny
last update Tanggal publikasi: 2026-04-11 19:45:40

Aku sama sekali tak mundur. Aku malah menunggu meski kutahu dia mendekat dengan sorot mata yang menyiratkan hasratnya yang membara.

Malam itu, untuk pertama kalinya, aku tidak merasa seperti seseorang yang dipaksa menyerah. Tidak ada lagi dorongan untuk melawan, tidak ada lagi air mata yang diam-diam kutahan. Yang ada hanya perasaan aneh yang menghangat di dada, perasaan yang seharusnya tidak boleh tumbuh untuk pria seperti Hans, sosok yang bukan suamiku.

Tanganku bahkan lebih dulu meraih kemej
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
apa yg telah kau lakukan Maya??
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    141. Godaan Hans

    Maya POV "Kamu mau bicara soal apa?" tanyaku jengah.Fajar malah menatapku lekat sebelum kemudian dia melirik ke arah dalam rumah."Jadi selama ini kamu tinggal di rumah mewah ini, May?"Aku berdecih tipis.Tapi aku malah tak tahu harus menanggapi seperti apa kalimat Fajar itu."Apa pria itu memperlakukan kamu dengan baik?"Fajar kembali menelisikku.Aku termangu kelu sembari menarik nafas panjang."Apa kamu sekarang sedang berpikir jika aku sudah menjadi simpanan seorang pria kaya?"Fajar hanya terdiam dengan sorot matanya yang serasa tajam memyergapku."Kalau aku katakan hubunganku dengan Hans saat ini hanya sebatas sahabat apa kamu akan percaya?""Yang aku yakini tak pernah ada hubungan persahabatan murni antara pria dan wanita, dan pastinya perasaan lelaki itu ke kamu tak akan pernah seperti itu."Aku membalas tatapan Fajar dengan lebih intens, dan aku masih berdiri di ambang pintu tanpa mempersilakan Fajar untuk masuk ke dalam rumah."Aku dengar sekarang Anisa sedang hamil, kena

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    140. Berita Tentang Anisa

    Maya POV“Apa kabar?”Aku sontak menoleh ke arah suara yang menyapa kami. Senyum di bibirku seketika memudar ketika mendapati sosok Rizal berdiri tak jauh dari meja tempat aku dan Andien duduk.“Rizal?” sapaku dengan suara sedikit tercekat. Jelas aku kaget dengan pertemuan tak terduga ini. Kalau boleh memilih aku tak ingin lagi berjumpa dengan orang-orang dari masa laluku, terlebih para pria yang pernah membeli dan menyentuhku dulu, dan Rizal adalah salah satunya.Dia tersenyum santai. Aku tak tahu apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.“Nggak nyangka banget aku bisa ketemu kamu di tempat ini.""Kamu lagi santai sama temen kamu?"Rizal melirik ke arah Andien dan mengangguk sebagai sebuah isyarat sapaan.Andien yang tak sepenuhnya tahu siapa Rizal membalasnya dengan segaris senyuman.“Boleh gabung?” tanyanya.“Tentu,” sahut Andien ramah. Andien mempersilakan begitu saja, dan aku tak bisa menampik.Rizal kemudian menarik kursi dan duduk bersama kami. Aku tak tahu apa yang harus dik

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    139. Stigma Dari Masa Lalu

    Maya POV“Ide apa?”Hans tersenyum tipis, lalu menatapku lekat-lekat.“Kamu menikah saja denganku. Kalau kamu sudah menjadi istriku, Fajar pasti akan berpikir dua kali sebelum mendekatimu.”Aku nyaris tersedak mendengar jawabannya.“Kamu pikir menikah itu sesederhana mengganti status di KTP?”“Tidak.” Senyumnya memudar. “Justru karena pernikahan bukan perkara sederhana, aku ingin menjalaninya denganmu.”Aku terdiam. Meski mengatakannya dengan nada santai, aku tahu Hans serius. Lelaki itu selalu begitu. Dia bisa menyampaikan perasaannya seolah sedang bercanda, tetapi sorot matanya tak pernah menyembunyikan kesungguhan.“Aku serius, Maya.”“Aku tahu. Itulah masalahnya.”Hans mengernyit. “Kenapa?”Aku menghela napas panjang. “Karena aku belum bisa menerima perasaanmu.”“Apa kamu masih belum percaya kepadaku?”Aku menunduk. Bukan semata-mata karena tidak percaya, tetapi karena masih ada kekecewaan yang belum sepenuhnya hilang di antara kami. Ditambah lagi, pengalaman pernikahanku dengan M

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    138. Menjauhi Fajar

    Maya POV"Maya!"Aku dan Fajar sontak menoleh ke arah suara yang memanggilku. Kulihat Hans berjalan mendekat dengan langkah mantap. Namun, begitu pandangannya beralih kepada Fajar, raut wajahnya seketika berubah dingin."Kamu sudah dari tadi keluarnya?" tanyanya kepadaku, tetapi matanya tetap tertuju pada lelaki di sampingku.Aku segera mengangkat bingkisan di tanganku."Iya," jawabku sewajar mungkin meski sekarang aku sudah mulai resah saat melihat tatapan Hans yang begitu menelisik pada Fajar.Sementara balasan sorot mata Fajar menjadi kian menajam."Ada apa?" Hans kembali bertanya."Tidak ada apa-apa. Fajar hanya memberikan oleh-oleh karena kebetulan baru pulang dari Yogyakarta."Aku menunjukkan kotak pia yang diberikan Fajar tadi. Aku berharap penjelasan sederhana itu cukup untuk menghilangkan kecurigaan Hans.Sayangnya, tatapan lelaki itu masih terasa tajam."Oh, begitu." Hans mengangguk tipis. "Saya kira ada urusan lain yang membuat seorang dokter rela meluangkan waktu untuk da

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    137. Membatasi Pertemuan

    Maya POVAku menatap Fajar dengan sungguh-sungguh. Inilah kesempatan yang kutunggu untuk membuatnya memahami bahwa pernikahannya dengan Anisa bukan sesuatu yang bisa diperlakukan sesuka hati."Aku ingin kamu membuka hati untuk Anisa, Jar. Dia istrimu. Dia mencintaimu dan ingin mendapatkan cinta yang sama darimu."Fajar menghela napas panjang."Aku sudah berusaha, May. Tapi, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri.""Maksudmu?""Aku selalu membandingkan Anisa denganmu. Saat dia memperhatikanku, aku teringat caramu memperlakukanku dulu. Bahkan ketika kami bersama, pikiranku sering kembali kepadamu."Aku menggeleng tak percaya."Jar, berhenti membicarakan hal seperti itu.""Aku hanya ingin jujur. Aku merasa tersiksa menjalani pernikahan ini. Kadang-kadang aku menyesal telah mengambil keputusan untuk menikahi Anisa."Fajar terdiam sesaat, lalu mengangguk pelan."Aku tahu dia perempuan baik. Tapi, aku tidak bisa memberikan cinta yang seharusnya dia dapatkan."Aku menggeleng gundah. Je

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    136. Pertemuan Dengan Fajar

    Maya POV"Mbak maukah kamu menemui Mas Fajar?"Aku terdiam mendengar permintaan Anisa. Perempuan berhijab itu menatapku dengan mata berkaca-kaca, seolah aku adalah satu-satunya orang yang bisa membantunya."Aku ingin Mbak menemui Mas Fajar. Tolong bicara dengannya dari hati ke hati. Yakinkan dia agar mau membuka hatinya untukku."Aku menghela napas panjang."Anisa, aku dan Fajar sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Aku juga tidak ingin ikut campur dalam rumah tangga kalian. Bagaimana kalau pertemuan kami justru menimbulkan salah paham?""Aku tidak akan menyalahkan Mbak.""Tapi, kamu harus mengerti bahwa perasaan Fajar bukan tanggung jawabku."Anisa menunduk. Air matanya mulai berjatuhan."Aku tahu, Mbak. Tapi, aku sudah berusaha menjadi istri yang baik. Aku selalu mencoba memahami dia, tetapi ternyata hatinya masih tertinggal pada perempuan lain."Suaranya bergetar."Bayangkan bagaimana perasaanku ketika suamiku sendiri mengakui bahwa dia masih mencintai perempuan yang pernah menjad

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    4. Dalam Kuasa Pria Dominan

    ["Siapa ini?"] tanyaku lugas saat kudengar suara wanita asing ketika aku menghubungi ponsel suamiku.Tapi sebelum aku mendengar penjelasan apapun dari perempuan itu segera kudengar suara Mas Angga dari seberang sana.["Kamu kenapa nelpon aku? Apa Om Hans nggak sama kamu?"]Saat mendengar nada bicar

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    3. Harga Diri Yang Tergadai

    Malam ini kehancuranku terasa terlalu nyata. Saat pria yang bukan suamiku menjelajah dengan sangat liar di atad tubuhku. Segalanya terpampang terlalu lugas. Sementara aku terlalu tak berdaya untuk bisa menghentikan kegilaan itu. Air mataku mengalir deras. Aku tersedu sepanjang malam ditengah aluna

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    2. Jebakan Suamiku

    "Rumah siapa ini Mas?""Untuk apa kita ke sini?" tanyaku dipenuhi rasa penasaran, ada gelisah yang semakin tak bisa kutulis kala memasuki daerah asing ini.Entah mengapa perasaanku seperti memendam sesuatu yang buruk sekarang.Tapi nyatanya saat kulihat Mas Angga mengukir segaris senyuman serta men

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    1. Keinginan Gelap Suamiku

    “Dita sakit, Mas,” ucapku tertahan seraya mendekap erat putriku yang malam ini suhu tubuhnya naik lagi.Lelaki yang sudah menikahiku enam tahun silam itu hanya melirikku, malas, sebelum perhatiannya kembali fokus pada layar ponsel di tangannya.Aku merangsek mendekat kian mengunggah kecemasan yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status