Home / Romansa / PEREMPUAN BERKALANG NODA / 24. Hanyut Oleh Gairah

Share

24. Hanyut Oleh Gairah

Author: Mastuti Rheny
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-11 19:45:40

Aku sama sekali tak mundur. Aku malah menunggu meski kutahu dia mendekat dengan sorot mata yang menyiratkan hasratnya yang membara.

Malam itu, untuk pertama kalinya, aku tidak merasa seperti seseorang yang dipaksa menyerah. Tidak ada lagi dorongan untuk melawan, tidak ada lagi air mata yang diam-diam kutahan. Yang ada hanya perasaan aneh yang menghangat di dada, perasaan yang seharusnya tidak boleh tumbuh untuk pria seperti Hans, sosok yang bukan suamiku.

Tanganku bahkan lebih dulu meraih kemej
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
apa yg telah kau lakukan Maya??
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    Sebuah Penawaran

    "So will you marry me May?"Kali ini Hans terlihat begitu serius.Aku menjadi kehilangan minat untuk melanjutkan kegiatanku.Aku berhenti sejenak untuk memusatkan perhatian ke arahnya."Jawabannya masih sama seperti sebelumnya Hans, aku masih belum bisa membuka hati."Hans menarik nafas dalam."Jadi itu artinya kamu belum bisa memaafkan aku."Hans menjatuhkan kedua pundaknya. Gesturnya terlihat luruh."Hans ...," ucapku lirih. Hati ini menjadi berdenyut gelisah kala melihatnya seperti orang yang putus asa.Kala aku memandangnya lekat pada sosoknya yang sedang berjongkok di dekatku, hanya sekian detik senyuman Hans kemudian malah terunggah.Aku mengernyit bingung mendapati perubahan sikapnya."Kurasa usahaku untuk hari ini cukup," cetus Hans ringan seraya berdiri dari jongkoknya.Mataku mengikuti gerakannya hingga kepalaku agak terdongak.Aku menjadi ikut bangkit."Usaha apa?""Usaha untuk menaklukkan hatimu."Sontak aku mendengkus kesal."Kamu semakin menyebalkan," tukasku ketus.Sete

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    126. "Will You Marry Me, Maya?"

    "Maya, tolong terimalah lamaranku."Aku terdiam.Tatapan Hans masih tertuju kepadaku. Ada kesungguhan yang begitu nyata di sana, membuat dadaku kembali terasa sesak.Namun kali ini bukan karena ketakutan.Melainkan karena aku tidak tahu harus memberikan jawaban apa.Di satu sisi, aku ingin percaya bahwa perasaan Hans benar-benar tulus. Aku ingin percaya bahwa lelaki yang berdiri di hadapanku sekarang bukan lagi orang yang sama seperti dulu.Namun di sisi lain, masa lalu terus menarikku kembali.Aku menundukkan kepala."Hans...""Ya?""Maaf aku belum bisa."Senyum di wajahnya perlahan menghilang."Aku tahu kamu pasti menjawab seperti ini."Dia mengedikkan kedua pundaknya."Dan aku tahu apa alasannya."Aku langsung mengerutkan kening memandang ke arahnya yang kembali fokus menyetir."Alasannya pasti karena dokter itu, kan?"Hans menjawab dengan sekenanya.Aku bisa melihat rahangnya mengeras, seolah berusaha menahan sesuatu yang terasa berat di dalam hatinya."Tapi kamu nggak usah khawat

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    125. Lamaran Yang Ke Sekian Kalinya

    “Sejak kapan Maya menjadi calon istrimu?”Pertanyaan Salman membuat tubuhku seketika menegang.Aku menatap Hans.Pria itu masih berdiri beberapa meter di hadapanku dengan sorot mata yang sulit kubaca. Namun satu hal yang bisa kurasakan dengan jelas adalah kemarahannya.Kemarahannya bukan hanya karena aku diculik.Ada sesuatu yang jauh lebih besar dari itu.“Sejak kapan itu bukan urusanmu?” balas Hans dingin.Salman terkekeh.“Jangan mengalihkan pembicaraan, Hans.”“Aku tidak datang untuk berbicara denganmu.”Tatapan Hans beralih kepadaku.“Maya, kemari.”Aku refleks ingin melangkah.Namun Salman bergerak lebih cepat.Dalam sekejap, lengannya meraih tubuhku lalu menarikku ke dalam pelukannya.“Tidak.”Aku membeku.“Lepaskan aku!”Aku berusaha melepaskan diri, tetapi pelukannya justru semakin erat.“Salman!”Hans langsung melangkah maju.“Lepaskan Maya.”Nada suaranya terdengar begitu tenang.Justru ketenangan itulah yang membuatku semakin takut.“Aku tidak mau.”Salman menjawab tanpa s

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    124. Calon Istri

    Maya POVLangkahku terasa jauh lebih ringan pagi itu.Untuk pertama kalinya sejak sekian lama, aku berjalan keluar dari kawasan perumahan tanpa ditemani siapa pun. Udara pagi yang sejuk menyapa wajahku, membuatku mengembuskan napas panjang.Rasanya menyenangkan.Bebas.Aku terus berjalan hingga tiba di jalan raya, lalu mengangkat tangan memanggil sebuah taksi."Ke Jalan Melati, Pak.""Baik, Bu."Mobil melaju membelah jalanan kota.Sepanjang perjalanan, pikiranku melayang ke kontrakan kecil yang pernah kutinggali.Masih ada beberapa pakaian.Album foto Dita.Beberapa buku.Dan sebuah kotak kecil berisi kenangan yang belum sempat kubawa.Aku hanya ingin mengambil semuanya, lalu kembali sebelum Hans mengetahui aku keluar rumah.Mungkin...Dia bahkan tidak akan sadar.Sekitar tiga puluh menit kemudian...Taksi berhenti tepat di depan gang menuju kontrakanku."Terima kasih, Pak."Aku membayar ongkos lalu turun.Baru beberapa langkah aku berjalan...Sebuah mobil hitam berhenti mendadak tepa

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    123. Sangkar Emas

    Maya POVAku masih menatap Hans dengan bingung."Memangnya apa yang lebih seru?"Sudut bibirnya terangkat tipis."Kamu akan tahu sendiri."Tanpa menjelaskan apa pun, Hans kembali berjalan menuju mobil. Aku menghela napas pelan sebelum akhirnya mengikuti langkahnya.Sekitar tiga puluh menit kemudian mobil berhenti di sebuah taman bermain yang cukup ramai.Aku menoleh heran."Kita ke sini?"Hans mengangguk santai."Iya.""Aku bukan anak kecil.""Memangnya yang boleh main di sini cuma anak kecil?"Aku terdiam.Hans sudah lebih dulu berjalan menuju loket pembelian tiket.Beberapa menit kemudian ia kembali sambil menyerahkan satu gelang masuk kepadaku."Pakai."Aku menerima gelang itu dengan ragu."Serius?""Kalau nggak serius, buat apa aku bayar mahal?"Aku hanya mendengus pelan.Entah sejak kapan pria itu selalu punya cara membuatku kehabisan kata-kata.Begitu memasuki area taman bermain, suara tawa para pengunjung memenuhi udara.Anak-anak berlarian.Musik ceria terdengar dari berbagai

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    122. Lebih Seru

    Maya POV"Maya."Suara itu membuatku spontan menoleh.Jantungku langsung berdebar keras.Fajar berdiri beberapa meter di depanku dengan balutan jas pengantin berwarna putih gading. Senyum hangat masih menghiasi wajahnya, tetapi sorot matanya menyimpan haru yang begitu dalam.Untuk sesaat, dunia di sekelilingku seperti berhenti.Aku sudah mempersiapkan diri selama seminggu penuh untuk menghadapi hari ini.Namun semua ketegaran yang kubangun seolah runtuh hanya karena melihatnya.Hari ini...Fajar benar-benar menjadi mempelai pria.Langkahnya mendekat."Maya..."Nada suaranya tetap sama seperti dulu. Hangat. Menenangkan."Aku senang kamu datang."Aku memaksakan senyum meski terasa begitu berat."Selamat, Jar."Hanya dua kata itu yang mampu keluar dari bibirku.Fajar tersenyum tipis."Terima kasih."Tatapannya sempat bergetar."Aku tahu datang ke sini pasti nggak mudah buat kamu."Aku hanya mengangguk pelan.Tak ada gunanya lagi mengungkapkan apa yang kurasakan.Semuanya sudah terlambat.

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    4. Dalam Kuasa Pria Dominan

    ["Siapa ini?"] tanyaku lugas saat kudengar suara wanita asing ketika aku menghubungi ponsel suamiku.Tapi sebelum aku mendengar penjelasan apapun dari perempuan itu segera kudengar suara Mas Angga dari seberang sana.["Kamu kenapa nelpon aku? Apa Om Hans nggak sama kamu?"]Saat mendengar nada bicar

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    3. Harga Diri Yang Tergadai

    Malam ini kehancuranku terasa terlalu nyata. Saat pria yang bukan suamiku menjelajah dengan sangat liar di atad tubuhku. Segalanya terpampang terlalu lugas. Sementara aku terlalu tak berdaya untuk bisa menghentikan kegilaan itu. Air mataku mengalir deras. Aku tersedu sepanjang malam ditengah aluna

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    2. Jebakan Suamiku

    "Rumah siapa ini Mas?""Untuk apa kita ke sini?" tanyaku dipenuhi rasa penasaran, ada gelisah yang semakin tak bisa kutulis kala memasuki daerah asing ini.Entah mengapa perasaanku seperti memendam sesuatu yang buruk sekarang.Tapi nyatanya saat kulihat Mas Angga mengukir segaris senyuman serta men

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    1. Keinginan Gelap Suamiku

    “Dita sakit, Mas,” ucapku tertahan seraya mendekap erat putriku yang malam ini suhu tubuhnya naik lagi.Lelaki yang sudah menikahiku enam tahun silam itu hanya melirikku, malas, sebelum perhatiannya kembali fokus pada layar ponsel di tangannya.Aku merangsek mendekat kian mengunggah kecemasan yang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status