Aku merasakan bibir Ariel di dadaku, kuat dan posesif, saat dunia di luar mobil Mersiles kustom milik Keluarga Romanis itu menjadi kabur.Dalam keadaan telanjang, aku meletakkan kakiku yang jenjang di bahunya, kedekatan itu membuat seluruh tubuhku bergetar.Aku bisa merasakan dia menekan jauh ke dalam diriku, sensasi yang membuat denyut nadiku berpacu.Sensasi itu, kedekatan itu … membuat kepalaku terasa berputar. Tangannya mencengkeram pinggangku saat dia berbisik pelan dan serak, “Tenang saja … peredam suaranya sudah terpasang. Nggak akan ada yang mendengarkan. Kenapa kau malu, hmm?”Aku memeluknya erat, jantungku berdebar kencang, cinta dan hasrat bercampur aduk menjadi satu, saat gelombang kenikmatan meningkat lebih cepat. Klimaks menghantamku, membuatku gemetar, tak mampu menahan suara.Dan kemudian bibirnya, hangat dan menggoda, menempel di dadaku.Hingga dering ponsel tiba-tiba memecah suasana.Alis Ariel berkerut. Dia melirik ke layar, lalu menjawabnya. Aku melihat nama penelep
Baca selengkapnya