Compartilhar

Cinta Palsu Suami Mafiaku
Cinta Palsu Suami Mafiaku
Autor: Anna Smith

Bab 1

Autor: Anna Smith
Aku merasakan bibir Ariel di dadaku, kuat dan posesif, saat dunia di luar mobil Mersiles kustom milik Keluarga Romanis itu menjadi kabur.

Dalam keadaan telanjang, aku meletakkan kakiku yang jenjang di bahunya, kedekatan itu membuat seluruh tubuhku bergetar.

Aku bisa merasakan dia menekan jauh ke dalam diriku, sensasi yang membuat denyut nadiku berpacu.

Sensasi itu, kedekatan itu … membuat kepalaku terasa berputar. Tangannya mencengkeram pinggangku saat dia berbisik pelan dan serak, “Tenang saja … peredam suaranya sudah terpasang. Nggak akan ada yang mendengarkan. Kenapa kau malu, hmm?”

Aku memeluknya erat, jantungku berdebar kencang, cinta dan hasrat bercampur aduk menjadi satu, saat gelombang kenikmatan meningkat lebih cepat. Klimaks menghantamku, membuatku gemetar, tak mampu menahan suara.

Dan kemudian bibirnya, hangat dan menggoda, menempel di dadaku.

Hingga dering ponsel tiba-tiba memecah suasana.

Alis Ariel berkerut. Dia melirik ke layar, lalu menjawabnya. Aku melihat nama peneleponnya adalah Jerry, salah satu teman terdekat Ariel dari dunia medis.

“Ariel … kau gila ya ....”

Dia memotong perkataan temannya itu dengan tajam dalam bahasa Garnia yang sempurna, “Sedang nggak aman. Bicara pakai bahasa Garnia saja.”

Terjadi keheningan yang panjang dan tegang. Akhirnya, suara Jerry kembali terdengar, jelas dan dingin.

“Selingkuhanmu hamil dua bulan. Kau mau gimana?”

Kata-kata itu menghantamku seperti es. Tubuhku lemas seketika, panasnya menguap saat itu juga. Air mata menggenang di pelupuk mata tanpa bisa kutahan.

Ariel sama sekali tidak terganggu, dia berbicara dengan nada tenang dan penuh perhitungan seperti biasa, “Merlin nggak bisa punya anak. Aku akan membiarkan Sintia mengandung bayi itu sampai lahir, setelah itu, kita akan membuatnya tampak seolah-olah anak itu diadopsi. Anak dari panti asuhan yang belum pernah Merlin temui, orang asing. Dengan begitu, ahli waris akan terjamin tanpa ada yang curiga.”

“Apa kau nggak khawatir Merlin akan mengetahuinya?” Suara itu mendesak.

Bibir Ariel melengkung, dia tampak percaya diri, bahkan kejam.

“Aku akan pastikan dia nggak pernah tahu. Dia nggak akan pernah curiga sedikit pun.”

“Begitu Merlin tahu kebenarannya, dia nggak akan ragu. Dia akan pergi dari hidupmu.”

Ariel melirik ke arahku. Bahkan dalam posisi di bawah, aku masih bisa melihat sudut mulutnya melengkung penuh keyakinan.

“Dia terlalu mencintaiku, tidak mungkin pergi.”

Setelah itu, dia mengakhiri panggilan.

Baru kemudian Ariel menyadari air mataku. Kepanikan terlintas di wajahnya saat tangannya menangkup wajahku.

“Merlin … kenapa kau menangis? Apa aku menyakitimu?”

Aku menggeleng, dan menyeka pipiku. “Aku hanya lelah ....” Lalu, aku menguap. “Aku baik-baik saja.”

Dia pun menghela napas, rasa lega melembutkannya sebelum kembali bersandar untuk menciumku lagi.

Ariel menatapku dengan campuran nakal dan pesona yang menjengkelkan itu.

“Apa?” gumam Ariel, suaranya rendah dan menggoda. “Mengagumi betapa perhatian dan tampannya suamimu ini ya?”

Aku menarik kembali blusku, merapikannya.

“Iya,” kataku. “Aku hanya ingin melihat dengan jelas, apakah pria yang mengaku mencintaiku memiliki ruang di hatinya untuk lebih dari satu wanita.”

Dia menegang.

Ketakutan terlintas di sorot matanya walaupun hanya sesaat. Namun, dia segera menyembunyikannya dengan sempurna.

Ketika menatapku lagi, tatapan pria itu terlihat dalam, penuh kasih sayang, bahkan seperti hampir membuatku tenggelam.

“Merlin,” katanya lembut. Dia cemberut seperti kekasih yang sudah disakiti. “Jangan bercanda seperti itu. Kau tahu kan kalau aku nggak akan bisa hidup tanpamu.”

Aku tersenyum dan menarik lembut tangan yang dia tekan di dadanya sendiri.

Ternyata ... dia masih ingat.

Ketika aku setuju untuk bersama Ariel Romanis, aku hanya punya satu syarat, yaitu kesetiaan.

Aku masih ingat dengan jelas mengatakan hal itu kepadanya.

“Kalau aku tahu kau mengkhianatiku, bahkan secara emosional saja, aku nggak akan pernah memaafkanmu. Aku akan menghilang. Dan kau nggak akan pernah menemukanku lagi.”

Saat itu, dia memainkan jari-jariku sambil setengah tersenyum.

“Bagaimana kalau aku berhasil menemukanmu?” godanya. “Apa kau akan memberiku kesempatan lagi?”

Aku menarik tanganku dan menatapnya.

“Jangan bercanda soal itu.”

“Aku serius,” kataku pelan. “Kalau kau mengkhianatiku, sekali saja, aku akan pergi. Nggak akan ada kesempatan kedua.”

Saat itulah, dia menyadari bahwa aku bersungguh-sungguh.

Dia menegakkan tubuh, mengangkat tangannya dengan khidmat, dan bersumpah, “Atas nama Keluarga Romanis, aku bersumpah bahwa Merlin Antoni adalah wanita yang kukejar selama setahun sebelum dia setuju menjadi milikku. Aku pun akan menyayanginya dengan tulus dan nggak akan pernah melakukan apa pun yang menyakitinya.”

Kemudian dia menambahkan, setengah bercanda tetapi sangat tulus, “Kalau aku melanggar sumpah ini ....”

“Semoga aku nggak akan pernah menemukanmu lagi seumur hidupku.”
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Cinta Palsu Suami Mafiaku   Bab 8

    Aku menjalani hidup sebagai Andini Marola di Pernalis selatan.Sebuah kota kecil di dekat pantai, pagi hari di sana beraroma seperti roti dan garam, dan tidak ada yang peduli siapa aku sebelumnya. Tidak ada pengawal yang mengawasi di setiap sudut. Tidak ada peringatan. Tidak ada dunia yang dibangun di atas darah dan kepatuhan.Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun ini, hidupku terasa kecil, tapi itu hal baik.Kehamilan lebih sulit dari yang kubayangkan. Mual datang silih-berganti, tubuhku lebih lemah dari biasanya, tetapi pikiranku tidak pernah sejernih ini. Setiap rasa sakit mengingatkanku bahwa aku masih hidup.Orlando selalu berada di dekatku.Dia tidak pernah mengawasi berlebihan. Tidak pernah mengajukan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. Ketika aku sakit, dia akan membuatkan teh obat dan meletakkannya di meja. Ketika aku tidak bisa tidur, dia akan duduk di ruangan sebelah sambil membaca, berpura-pura tidak mendengarkan napasku.Rasa hormat, bukan kepemilikan.Perhatian, tan

  • Cinta Palsu Suami Mafiaku   Bab 7

    Sudut Pandang Ariel.Aku langsung menelepon seseorang.“Hubungi Rangga,” kataku begitu sambungan telepon terhubung. “Sekarang juga.”Rangga adalah penyelidik pribadi keluarga, seseorang yang tidak banyak bertanya dan tidak pernah memberiku informasi setengah-setengah. Jika Merlin menghilang, dia pasti tahu dari mana semua petunjuk itu harus dimulai.Dia menjawab telepon pada dering kedua.“Ketua.”“Temukan istriku,” kataku. Tanpa basa-basi. Tanpa penjelasan. “Aku ingin tahu semua pergerakannya selama dua minggu terakhir. Akses bank, catatan perjalanan, aktivitas telepon, semuanya. Diam-diam.”“Dia berencana menghilang,” kata Rangga hati-hati.“Iya,” jawabku. “Itulah kenapa aku meneleponmu.”“Aku butuh waktu.”“Kau punya waktu sampai pagi,” kataku. “Kalau dia keluar negeri, aku ingin tahu ke mana dan atas nama siapa.”“Baik, Ketua.”Aku pun menutup telepon dan duduk terhempas di sofa.Saat itulah aku melihatnya.Surat cerai itu.Masih tergeletak di atas meja, tersusun rapi di antara dok

  • Cinta Palsu Suami Mafiaku   Bab 6

    Cara Ariel refleks menangkapnya ketika Sintia tersandung ke arahnya adalah murni naluri, refleks yang sama yang dulu membuatnya melindungiku dari bahaya tanpa berpikir.Punggungnya bergetar tanpa henti di bawah telapak tangan pria itu.“Ada apa?” tanya Ariel sambil mengerutkan kening.Sintia tidak mampu menjelaskan. Kata-katanya bercampur aduk, tidak jelas, dan berulang-ulang. “Aku merasa nggak enak badan … aku hanya merasa nggak nyaman .…”Semakin banyak dia berbicara, semakin berat kekhawatiran yang muncul di dadanya.Akhirnya, rasa jengkel pun muncul.Ariel melepaskan pelukannya dengan mudah dan mengarahkannya kembali ke tempat tidur, genggamannya tegas dan efisien, tanpa emosi.“Duduk dulu,” katanya.Setelah Sintia duduk, dia tetap berdiri.“Kau nggak dalam bahaya,” tambahnya, sambil memeriksa jam tangannya. “Dokter sudah bilang kalau kau baik-baik saja tadi pagi.”Sintia meringkuk di ranjang, jari-jarinya mencengkeram lengan baju Ariel seperti tali penyelamat.“Ariel .…” Suaranya

  • Cinta Palsu Suami Mafiaku   Bab 5

    Aku baru saja melewati bea cukai ketika melihat Lilian.Dia bersandar di sebuah SUV hitam yang terparkir tepat di luar terminal, mengenakan kacamata hitam besar, tangan bersilang, tampak seperti pemilik tempat itu. Emang gaya khas Lilian. Sangat bergaya mirip mafia tetapi berpura-pura tidak.Saat melihatku, dia melepas kacamata hitamnya dan membuka tangan lebar-lebar, lalu berjalan mendekat ke arahku.“Merlin ....” Dia menghentikan ucapannya di tengah kata dan menyeringai. “Oh iya. Benar. Andini. Ya Tuhan, aku merindukanmu.”Aku langsung merinding dan mendorongnya menjauh dengan satu tangan, menahan lenganku di antara kami agar dia tidak memelukku lagi.“Jaga jarak, kau terlalu dekat,” gumamku.Dia tertawa, sama sekali tidak terpengaruh.Mesin menderu saat kami melaju meninggalkan bandara.SUV itu menembus malam, melewati lampu-lampu terminal, melewati jalan-jalan sempit dan lingkungan yang tenang, hingga kami berhenti di depan sebuah vila bergaya klasik Negara Pernalis yang tersembuny

  • Cinta Palsu Suami Mafiaku   Bab 4

    Ariel akhirnya menyadari ada sesuatu yang tidak beres.Aku mendengar langkah kakinya semakin cepat di belakangku, merasakan ketegangan mencekam di sekitar.“Merlin, tunggu.”Suaranya bergetar saat menyusulku. “Apa kau marah tentang semalam? Aku nggak sengaja pulang telat. Urusan pekerjaan datang bertubi-tubi sekaligus, aku harus menanganinya sendiri .…”Dia meraih lenganku, kepanikan terselip dalam nada suaranya.“Tolong jangan marah. Katakan apa yang harus kulakukan. Apa pun yang bisa membuatmu bahagia, asal jangan abaikan aku. Saat kau menatapku seperti ini, aku jadi takut.”Aku tidak tahan mendengar kebohongan lainnya.Aku pun menarik napas, memaksa ekspresiku melembut, bahkan sedikit menggoda, dan menyela perkataannya.“Kalau kau benar-benar ingin aku maafkan ....” kataku ringan. “Belikan aku sebuah rumah pantai. Aku ingin rumah itu atas namaku. Kau harus menandatanganinya.”Dia tidak ragu sedikit pun.“Tentu saja,” katanya seketika. “Apa pun yang kau inginkan, akan kubelikan. Apa

  • Cinta Palsu Suami Mafiaku   Bab 3

    Seperti yang diduga, begitu Ariel mengakhiri panggilan, ponselku langsung berdering.Sebuah pesan dari Sintia.[Merlin, seharusnya kau sudah sadar sekarang.][Pewaris Keluarga Romanis ada di dalam kandunganku.][Dan, untuk posisi istri ketua ....][Kau cuma jaga jodohku.]Setetes air mata mengalir di pipiku.Tepat saat Ariel membuka pintu mobil dan melihat ke dalam, aku segera memalingkan wajah.Dia duduk di sampingku, mendekat.“Merlin, ada apa? Apa kau marah?”Kekhawatiran dalam nada suaranya lebih menyakitkan daripada kekejaman mana pun.Aku menarik napas perlahan dan menundukkan mata, menyembunyikan sisa air mata.“Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah,” kataku pelan. “Apa kau mau pulang denganku?”Dia tertawa lembut, mengusap rambutku, suaranya terdengar hangat dan menenangkan.“Ayolah,” gumamnya. “Kau tahu aku lebih suka bersamamu. Aku hanya perlu mengurus sesuatu yang mendesak di kantor. Aku akan segera kembali. Jangan terlalu merindukanku, ya.”Dengan itu, dia menangkup wajah

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status