Short
Cinta Palsu Suami Mafiaku

Cinta Palsu Suami Mafiaku

By:  Anna SmithCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tubuh kami saling terjerat di dalam mobil. Suamiku terus bergerak di dalam tubuh bagian bawahku, bibirnya mencium dadaku, lalu dering ponsel tiba-tiba menyadarkanku dari lamunan kami yang memabukkan. Ariel pun menjawab tanpa ragu. Itu salah satu teman terdekatnya dari dunia medis, berbicara dalam Bahasa Garnia. “Ketua.” Suara itu berkata dengan santai, “Selingkuhanmu sudah hamil dua bulan. Kau mau gimana?” Ariel tidak berhenti. Nada suaranya tetap tenang. “Merlin nggak bisa punya anak,” jawabnya. “Aku akan biarkan Sintia mengandung bayi itu sampai lahir, lalu mengadopsinya sebagai anakku sendiri. Itu akan mengamankan posisi pewaris. Ini rahasia kita berdua.” Sesuatu di dalam diriku membeku. Dia lupa satu hal .... Aku mengambil jurusan Bahasa Garnia. Bahkan, dia mempelajari bahasa itu hanya untuk memenangkan hatiku. Tapi aku tidak berteriak. Aku tidak mengonfrontasinya. Sebaliknya, aku tersenyum, tetap diam, dan terus berperan sebagai istri yang sempurna. Kemudian, aku menyelipkan surat cerai ke dalam kontrak pembelian properti dan melihat suamiku menandatangani tanpa membacanya terlebih dahulu. Setelah itu aku diam-diam mendaftarkan identitas baru. Selama tiga hari berikutnya, ketidakhadirannya, dan pesan-pesan mengejek dari wanita itu, menghapus harapan terakhir yang kumiliki tentang cinta. Ketika identitas baruku aktif, aku pergi tanpa menoleh ke belakang. Membawa serta anak di dalam rahimku. Dan, menghilang dari dunianya selamanya ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku merasakan bibir Ariel di dadaku, kuat dan posesif, saat dunia di luar mobil Mersiles kustom milik Keluarga Romanis itu menjadi kabur.

Dalam keadaan telanjang, aku meletakkan kakiku yang jenjang di bahunya, kedekatan itu membuat seluruh tubuhku bergetar.

Aku bisa merasakan dia menekan jauh ke dalam diriku, sensasi yang membuat denyut nadiku berpacu.

Sensasi itu, kedekatan itu … membuat kepalaku terasa berputar. Tangannya mencengkeram pinggangku saat dia berbisik pelan dan serak, “Tenang saja … peredam suaranya sudah terpasang. Nggak akan ada yang mendengarkan. Kenapa kau malu, hmm?”

Aku memeluknya erat, jantungku berdebar kencang, cinta dan hasrat bercampur aduk menjadi satu, saat gelombang kenikmatan meningkat lebih cepat. Klimaks menghantamku, membuatku gemetar, tak mampu menahan suara.

Dan kemudian bibirnya, hangat dan menggoda, menempel di dadaku.

Hingga dering ponsel tiba-tiba memecah suasana.

Alis Ariel berkerut. Dia melirik ke layar, lalu menjawabnya. Aku melihat nama peneleponnya adalah Jerry, salah satu teman terdekat Ariel dari dunia medis.

“Ariel … kau gila ya ....”

Dia memotong perkataan temannya itu dengan tajam dalam bahasa Garnia yang sempurna, “Sedang nggak aman. Bicara pakai bahasa Garnia saja.”

Terjadi keheningan yang panjang dan tegang. Akhirnya, suara Jerry kembali terdengar, jelas dan dingin.

“Selingkuhanmu hamil dua bulan. Kau mau gimana?”

Kata-kata itu menghantamku seperti es. Tubuhku lemas seketika, panasnya menguap saat itu juga. Air mata menggenang di pelupuk mata tanpa bisa kutahan.

Ariel sama sekali tidak terganggu, dia berbicara dengan nada tenang dan penuh perhitungan seperti biasa, “Merlin nggak bisa punya anak. Aku akan membiarkan Sintia mengandung bayi itu sampai lahir, setelah itu, kita akan membuatnya tampak seolah-olah anak itu diadopsi. Anak dari panti asuhan yang belum pernah Merlin temui, orang asing. Dengan begitu, ahli waris akan terjamin tanpa ada yang curiga.”

“Apa kau nggak khawatir Merlin akan mengetahuinya?” Suara itu mendesak.

Bibir Ariel melengkung, dia tampak percaya diri, bahkan kejam.

“Aku akan pastikan dia nggak pernah tahu. Dia nggak akan pernah curiga sedikit pun.”

“Begitu Merlin tahu kebenarannya, dia nggak akan ragu. Dia akan pergi dari hidupmu.”

Ariel melirik ke arahku. Bahkan dalam posisi di bawah, aku masih bisa melihat sudut mulutnya melengkung penuh keyakinan.

“Dia terlalu mencintaiku, tidak mungkin pergi.”

Setelah itu, dia mengakhiri panggilan.

Baru kemudian Ariel menyadari air mataku. Kepanikan terlintas di wajahnya saat tangannya menangkup wajahku.

“Merlin … kenapa kau menangis? Apa aku menyakitimu?”

Aku menggeleng, dan menyeka pipiku. “Aku hanya lelah ....” Lalu, aku menguap. “Aku baik-baik saja.”

Dia pun menghela napas, rasa lega melembutkannya sebelum kembali bersandar untuk menciumku lagi.

Ariel menatapku dengan campuran nakal dan pesona yang menjengkelkan itu.

“Apa?” gumam Ariel, suaranya rendah dan menggoda. “Mengagumi betapa perhatian dan tampannya suamimu ini ya?”

Aku menarik kembali blusku, merapikannya.

“Iya,” kataku. “Aku hanya ingin melihat dengan jelas, apakah pria yang mengaku mencintaiku memiliki ruang di hatinya untuk lebih dari satu wanita.”

Dia menegang.

Ketakutan terlintas di sorot matanya walaupun hanya sesaat. Namun, dia segera menyembunyikannya dengan sempurna.

Ketika menatapku lagi, tatapan pria itu terlihat dalam, penuh kasih sayang, bahkan seperti hampir membuatku tenggelam.

“Merlin,” katanya lembut. Dia cemberut seperti kekasih yang sudah disakiti. “Jangan bercanda seperti itu. Kau tahu kan kalau aku nggak akan bisa hidup tanpamu.”

Aku tersenyum dan menarik lembut tangan yang dia tekan di dadanya sendiri.

Ternyata ... dia masih ingat.

Ketika aku setuju untuk bersama Ariel Romanis, aku hanya punya satu syarat, yaitu kesetiaan.

Aku masih ingat dengan jelas mengatakan hal itu kepadanya.

“Kalau aku tahu kau mengkhianatiku, bahkan secara emosional saja, aku nggak akan pernah memaafkanmu. Aku akan menghilang. Dan kau nggak akan pernah menemukanku lagi.”

Saat itu, dia memainkan jari-jariku sambil setengah tersenyum.

“Bagaimana kalau aku berhasil menemukanmu?” godanya. “Apa kau akan memberiku kesempatan lagi?”

Aku menarik tanganku dan menatapnya.

“Jangan bercanda soal itu.”

“Aku serius,” kataku pelan. “Kalau kau mengkhianatiku, sekali saja, aku akan pergi. Nggak akan ada kesempatan kedua.”

Saat itulah, dia menyadari bahwa aku bersungguh-sungguh.

Dia menegakkan tubuh, mengangkat tangannya dengan khidmat, dan bersumpah, “Atas nama Keluarga Romanis, aku bersumpah bahwa Merlin Antoni adalah wanita yang kukejar selama setahun sebelum dia setuju menjadi milikku. Aku pun akan menyayanginya dengan tulus dan nggak akan pernah melakukan apa pun yang menyakitinya.”

Kemudian dia menambahkan, setengah bercanda tetapi sangat tulus, “Kalau aku melanggar sumpah ini ....”

“Semoga aku nggak akan pernah menemukanmu lagi seumur hidupku.”
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status