Share

REJEKI NOMPLOK!

Author: Deameriawan
last update publish date: 2026-03-25 08:20:46

Kehangatan malam sebelumnya masih terasa menyelimuti kamar tidur villa. Pagi hari menyingsing dengan lembut melalui tirai jendela, menerangi tubuh Rio dan Dewi yang saling berpelukan erat. Tanpa perlu banyak kata, hasrat yang menyala kembali membara di antara keduanya. Rio perlahan membangunkannya, mencium leher dan payudara Dewi dengan penuh kasih yang cepat berubah menjadi sentuhan yang menggairahkan.

Dewi merespons dengan lembut, tubuhnya bergoyang mengikuti irama sentuhan suamin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA   REJEKI NOMPLOK!

    Kehangatan malam sebelumnya masih terasa menyelimuti kamar tidur villa. Pagi hari menyingsing dengan lembut melalui tirai jendela, menerangi tubuh Rio dan Dewi yang saling berpelukan erat. Tanpa perlu banyak kata, hasrat yang menyala kembali membara di antara keduanya. Rio perlahan membangunkannya, mencium leher dan payudara Dewi dengan penuh kasih yang cepat berubah menjadi sentuhan yang menggairahkan. Dewi merespons dengan lembut, tubuhnya bergoyang mengikuti irama sentuhan suaminya. Tak lama kemudian, mereka terjalin dalam pelukan penuh hasrat, menjalani momen intim hingga tiga ronde berturut-turut. Setiap sentuhan dan setiap ciuman semakin memperdalam kedekatan mereka. Pada akhirnya, seluruh leher dan payudara Dewi dipenuhi dengan bekas ciuman (kissmark) yang merah pekat dari Rio, sementara di leher Rio terdapat bekas gigitan yang jelas dari sang istri bukti dari kehangatan yang mereka bagi. Setelah selesai, Dewi tampak sedikit kelelahan namun penuh senyum ba

  • ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA   GODAAN KECIL

    Cincin bermata merah yang berasal dari Mbah Buyut tetap terpampang jelas di jari tangan Rio. Cincin itu dipercaya sebagai warisan yang membawa keberuntungan bagi pemakainya, namun juga menyimpan sisi gelap yang tak bisa dipungkiri. Sejak ia mengenakannya, Rio selalu menjadi incaran para wanita mulai dari gadis muda hingga janda yang cantik. Banyak di antara mereka yang rela melakukan apa saja, bahkan bersedia ditiduri hanya untuk bisa bersama Rio. Cincin itu memang membuatnya selalu beruntung dalam berbagai hal, namun yang menjadi masalah adalah ia juga membuat Rio mudah nafsuan dan suka bermain dengan perempuan hanya untuk bersenang-senang. Hari pertama bulan madu mereka benar-benar penuh kebahagiaan mulai dari pagi hari yang mereka lalui dengan sarapan di teras villa sambil menikmati pemandangan matahari terbit, hingga sore hari yang mereka habiskan bermain air di pantai pasir putih yang lembut. Dewi yang selalu terlihat cantik dan seksi dengan pakaian renangnya membuat

  • ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA   BULAN MADU LOH!

    Hari setelahnya, Rio datang ke kantor lebih awal dari biasanya. Dia langsung menuju ruangan kantor Pak Budi, pimpinan yang sudah bekerja bersama dirinya selama lima tahun. Dengan hati yang penuh harap, Rio mengetuk pintu dan masuk setelah suara izin terdengar. “Pak Budi, bolehkah saya bicara sebentar?” ucap Rio dengan sopan sambil menghampiri meja kerja sang bos. Pak Budi mengangkat kepala dan memberikan senyum ramah. “Tentu saja Mas Rio. Ada apa nih? Kamu jarang datang ke ruangan saya seperti ini.” Rio duduk dan mengambil napas dalam-dalam sebelum mulai berbicara. “Pak, saya ingin mengajukan cuti selama tujuh hari ya. Rencananya saya akan pergi bersama istri untuk berlibur ke Lombok.” Pak Budi mengangguk perlahan dan membuka berkas cuti di mejanya. “Oh begitu, bulan madu ya? Padahal kamu menikah sebulan yang lalu ya?” tanya Pak Budi dengan nada yang penuh rasa ingin tahu namun tetap ramah. “Ya Pak, sebenarnya ini bisa dibilang bulan

  • ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA   NAGIH BULAN MADU

    Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Arin, Rio mengemudi mobilnya dengan hati yang lebih ringan. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ia tidak merasa beban atau ragu di dalam dada hanya rasa tekad untuk memperbaiki apa yang sudah perlu ia perbaiki dengan Dewi. Jalan pulang yang biasanya terasa panjang kini terasa singkat, dan hatinya penuh dengan harapan. Ketika mobil memasuki halaman rumah, lampu depan sudah menyala hangat. Rio melihat sosok Dewi yang sedang menyapu halaman sambil sering melihat ke arah gerbang. Saat melihat mobilnya datang, wanita itu langsung menaruh sapu dan mengangkat tangan untuk menyapa dengan senyum lebar. “Kamu pulang lebih cepat hari ini, Sayang,” ucap Dewi dengan suara lembut saat Rio turun dari mobil. Tanpa berlama-lama, Rio mengeluarkan tangan dan menarik istri tercintanya ke dalam pelukan hangat, kemudian mencium dahinya dan bibirnya dengan penuh kasih sayang. “Sudah lama aku tidak pulang tepat waktu. Mau aku bantu

  • ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA   KEPUTUSAN YANG BENAR

    Beberapa minggu setelah pertemuan mereka, kehidupan Arin kembali sedikit terkendali. Namun rasa rindu terhadap Rio masih terkadang muncul, meskipun ia sudah mulai fokus pada hubungan baru yang membuat hatinya merasa lebih tenang dan dicintai. Sore hari itu, tepat setelah Arin selesai bekerja dan baru saja membersihkan kamar kostnya, suara ketukan lembut terdengar di pintu kamarnya. Ia langsung mengenalinya itu adalah Rio yang datang tanpa pemberitahuan, seperti biasa. “Mas Rio, kamu datang lagi?” ucap Arin dengan suara yang ramah tapi sedikit tertekan saat membuka pintu. “Masuk yuk!" Rio masuk dan melihat sekeliling kamar yang kini lebih rapi dengan dekorasi baru. Ia bisa merasakan energi yang berbeda di dalam ruangan lebih hangat dan penuh dengan kedamaian. “Kamu terlihat lebih bahagia, Cantik,” ucap Rio dengan senyum lembut, namun ada rasa cemburu yang tersembunyi di dalam matanya. “Kelihatannya kamu sudah menemukan yang cocok untuk dirimu.”

  • ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA   RINDU BRUTAL

    Kerinduan Arin terhadap Rio semakin memuncak seiring berjalannya hari. Meskipun ia sering mencoba bekerja ekstra atau mengikuti kegiatan bersama teman-teman kantor, rasa rindu itu selalu muncul setiap kali ia melihat tempat tidur kosong di kamarnya. Namun, Arin yang memiliki rasa harga diri yang tinggi tidak mau menjadi orang yang mengganggu atau memulai kontak duluan. Ia merasa bahwa jika Rio memang ingin bertemu, dia akan yang pertama kali menghubungi. Hari itu sore, tepat setelah Arin selesai bekerja dan baru saja mandi, suara notifikasi ponselnya terdengar. Ia dengan cepat mengambil ponsel dan melihat layarnya pesan dari Rio muncul di aplikasi ojol: "Hai Cantik! Kamu ada di kost sore ini nggak? Aku mau mampir sebentar kalau kamu tidak ada acara." Arin langsung merasa sumringah, wajahnya langsung bersinar dengan senyum lebar. Tanpa berlama-lama, ia segera mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Ia mengoleskan body lotion dengan aroma bunga mawar ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status