“Jangan pergi, ya, aku mohon!” pinta Randi. Suaranya lirih.Anak itu menggenggam tanganku begitu erat. Membuatku dilema dalam situasi ini.“Iya, Sophia. Jangan dulu pergi. Kasih kami waktu untuk untuk benar-benar siap melepasmu pulang. Tapi tidak sekarang, karena jujur untuk saat ini kami belum siap. Adanya kamu di sini, Randi memperlihatkan perkembangan baik. Dia ceria, semangat untuk kembali sembuh. Sangat berbeda saat sebelum kamu hadir di sini. Randi selalu murung, bahkan untuk makan saja saya sering kesulitan untuk membujuknya,” timpal Pak Dirja.Aku menunduk dalam diam. Posisiku di rumah ini serba salah. Seandainya aku tetap di sini, mereka pasti akan selalu menggunjingku, mendesakku untuk menikah dengan Pak Dirja. Namun, jika aku pergi, bagaimana dengan Randi?“Jangan pergi, ya! Aku mohon!” Randi kembali bersuara.Aku menghela napas dalam, sebelum akhirnya aku mengangguk, menyetujui permintaannya.“Sampai kamu sembuh, Bibi akan tetap di sini,” ucapku akhirnya.Randi beringsut,
最後更新 : 2026-05-07 閱讀更多