共有

Bab 93 Terhimpit

last update 公開日: 2026-05-03 15:43:52

“Tristan!” ucapku.

“Apakah aku terlihat seperti Tristan?”

Aku membeliak, kuperhatikan dengan baik-baik siapa yang berdiri di ambang pintu.

“Dean!” gumamku.

Aku tidak mengerti, kenapa dia tahu aku ada di sini. Aku juga tidak paham, kenapa Dean tahu alamat rumah orang tuaku.

“Aku mengikuti mobil suamimu. Jadi aku tahu sekarang ini kamu ada di sini,” ucap Dean, tanpa aku bertanya.

Aku membeliak, berarti selama ini Dean telah mengetahui alamat rumahku dan Tristan. Itu artinya saat kejadian Lara, di
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
carsun18106
no sophia, kamu bukan penyebab tristan jd jahat, dia memang punya kelainan mental, kamu hanya trigger aja
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
sejahat dan sebaik apakah Tristan?
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Suami Misteriusku    Bab 98 Terhibur

    “Bibi kenapa bengong?” tanya Randi, yang berhasil menyadarkanku dari lamunan.“Ah iya, Bibi tidak apa-apa, Sayang. Sekarang habiskan sarapannya, ya!” sahutku.Tidak berselang lama Pak Dirja kembali. Dia mulai memasak tulang yang dia potong tadi.“Em … Bapak jualan?” tanyaku.Di dapur, sambil mencuci piring bekas Randi makan, Pak Dirja tengah sibuk membuat bumbu sup.“Iya, saya jualan sup di sini,” jawabnya.“Apakah boleh saya bantu Bapak jualan?” tanyaku.“Saya tidak mampu membayar karyawan. Jadi saya selalu kerjakan semua sendiri. Saya harus menabung untuk pengobatan Randi.”“Em … maaf, Pak. Tapi saya butuh uang untuk ongkos saya pulang. Saya tidak mungkin terus menerus merepotkan Bapak di sini. Saya–”“Sudah saya bilang, saya belum punya uang untuk ongkosmu. Untuk sementara kamu tinggal saja di sini, sampai uang saya terkumpul. Baru nanti kamu boleh pulang,” potongnya.Aku menghembuskan napas kasar. Kuanggukan kepala ini pelan.Mungkin aku harus bersabar dulu. Bisa saja aku menghubu

  • Suami Misteriusku    Bab 97 Nyaris Dibuang

    Mendengar pertanyaanku, gerakan orang itu seketika terhenti. Suasana yang awalnya terdengar gaduh, kini berubah hening.Perlahan orang itu menoleh ke arahku. Mulutnya sibuk memainkan batang korek api. Dia adalah lelaki tua.“Sudah bangun? Saya Pak Dirja,” jawabnya.Orang yang bernama Pak Dirja itu kembali sibuk dengan tulang-tulang besar yang hendak ia potong. Perlahan aku mendekatinya, duduk di hadapannya sambil memperhatikan gerak tangan yang sibuk memotong benda keras berwarna putih serta cuilan-cuilan daging yang masih menempel tersebut.“Kenapa saya bisa ada di sini?” tanyaku.Gerakan Pak Dirja kembali berhenti.“Semalam kamu nyaris dibuang oleh dua orang di jurang di tepi jalan!” jawabnya.Aku mengernyitkan dahiku. Aku tidak paham.“Maksudnya, Pak? Dibuang? Siapa yang mau membuangku?” tanyaku.Pak Dirja kembali memotong tulang-tulang itu. Suasana kembali gaduh.“Saya tidak tahu, kemungkinan perampok. Kamu cek saja, apakah ada barangmu yang hilang? Saya hanya kebetulan lewat sa

  • Suami Misteriusku    Bab 96 Rumah Asing

    Malam yang seharusnya menjadi malam penuh penuh haru, penuh canda, tawa, menjadi obat di mana aku sangat membutuhkan semua itu. Namun, kini berubah dalam sekejap mata. Menjadi malam tangis, ketakutan, dan keputusasaan.Langkah ini begitu berat. Gelap yang semakin menguasai. Aku berjalan ditemani sayup-sayup angin malam yang menerpa seluruh tubuhku. Menerbangkan helai-helai rambut panjangku. Seolah tengah mendramatisir penderitaan yang tengah aku alami. Hebat, aku seperti hidup dalam sinetron. Namun, nyatanya yang kualami bukanlah sinetron.Aku tersenyum, bukan bahagia. Namun, luka. Sakit ini sudah semakin dalam. Menusuk kalbu. Tak pernah sedikit pun aku membayangkan bahwa hidupku akan seperti ini. Aku seolah berjalan mengelilingi garis lingkaran. Sejauh apa pun aku pergi, sepanjang apa pun aku berjalan, pada kenyataannya, aku kembali dan terus kembali pada satu titik. Tristan.Terjerumus dalam lingkaran darah. Terjerembab dalam pelukan yang sama. Sampai pernah terpikirkan, bahwa mati

  • Suami Misteriusku    Bab 95 Durhaka

    “Ada apa, Sophia? Kenapa kamu mengajak kami untuk pergi dari sini?” tanya Ibu.Tidak ada waktu untuk membahas alasannya. Aku ingin mereka mengikuti ajakanku. Aku takut, seseorang tengah mengintai di sekitar rumah ini.Surat itu berisi sebuah peringatan. Tidak ada toleransi untuk orang yang mengusik hubunganku dengan Tristan. Walaupun aku bersikeras untuk kembali kepada Tristan. Namun, ketakutan terbesarku sekarang, jika aku pergi, aku takut Ayah dan Ibu celaka. Aku takut, aku harus bisa melindungi mereka dengan tanganku sendiri.“Tidak ada waktu lagi. Secepat mungkin kita harus pergi dari sini!” ajakku.“Kenapa kami harus pergi dari sini? Ini rumah kami, kenapa kamu seperti ketakutan, Sophia? Bukankah kamu bersikeras ingin kembali lagi pada Tristan?” tanya Ibu.“Iya, Sophia. Kenapa sikapmu aneh seperti ini? Apakah ini ada hubungannya dengan Tristan?” timpal Dean.Aku bingung harus menjelaskannya seperti apa. Apakah mereka akan percaya dengan ancaman yang kudapat?“Tempat ini sudah tid

  • Suami Misteriusku    Bab 94 Malaikat

    Cepat-cepat aku mematikan telepon yang tersambung ke nomor Tristan ini.“Kenapa, Sop?” tanya Ibu.Cepat-cepat aku menggelengkan kepalaku. Aku memasukkan ponsel ini ke dalam saku celana.“Wajahmu tiba-tiba pucat. Ada apa dengan ponselmu?” tanya Dean.“Tidak apa-apa, aku hanya ingat Elia saja saat melihat fotonya barusan!” jawabku berdalih.Aku harap mereka tidak curiga atas apa yang Tristan lakukan pada ponselku, dan melakukan hal yang dapat membahayakan keselamatan mereka.“Kita berangkat sekarang!” ajakku.Aku dan Dean segera keluar, berjalan kaki menuju kediaman Sena.“Dean, kapan kamu kembali ke desamu?” tanyaku.Kami berdua jalan bersebelahan.“Sepertinya kamu berharap sekali aku pergi dari sini. Apakah kedatanganku sangat mengganggumu?” tanyanya.“Bukan! Bukan seperti itu. Aku hanya … aku hanya … ah, lupakan!” jawabku.Bahkan berjalan kaki seperti ini pun perasaanku seperti ada yang mengintai. Namun, aku tidak tahu dari arah mana, siapa, dan berapa orang. Yang aku tahu hanya satu

  • Suami Misteriusku    Bab 93 Terhimpit

    “Tristan!” ucapku.“Apakah aku terlihat seperti Tristan?”Aku membeliak, kuperhatikan dengan baik-baik siapa yang berdiri di ambang pintu.“Dean!” gumamku.Aku tidak mengerti, kenapa dia tahu aku ada di sini. Aku juga tidak paham, kenapa Dean tahu alamat rumah orang tuaku.“Aku mengikuti mobil suamimu. Jadi aku tahu sekarang ini kamu ada di sini,” ucap Dean, tanpa aku bertanya.Aku membeliak, berarti selama ini Dean telah mengetahui alamat rumahku dan Tristan. Itu artinya saat kejadian Lara, dia ….Aku terdiam, meremas sprei yang kududuki.“Aku tidak menyangka, ternyata suamimu yang dikenal baik dan dermawan oleh warga desa, tidak lain adalah seorang psikopat!” cetusnya.Aku menggelengkan kepalaku. Tristan memang beberapa kali telah menghabisi nyawa orang-orang. Namun, akar masalahnya adalah aku. Tristan tidak memiliki riwayat penyakit mental. Dia dikenal baik. Namun, dia tidak bisa menerima jika ada orang yang menggangguku.“Dia melakukanya karenaku. Kamu tidak tahu apa-apa tentangny

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status