Setelah katakan itu, Surya pergi tinggalkan Joana. Joana turun dari tempat tidur dan bersiap-siap. Nggak lama kemudian, dia turun ke ruang makan. Benar saja, Surya sudah duduk di sana tunggu dia.“Hari ini masih masuk kerja di Grup Nurdin?”Sepasang mata hitam pekatnya menatap Joana dalam-dalam.“Mm.”Sambil nikmati sarapan, Joana mengangguk pelan. Surya kembali tanya dengan nada penuh perhatian, “Kerjamu di sana semuanya lancar?”Joana tetap fokus pada sarapannya.“Lumayan.”Jawabannya terdengar ringan dan datar. Joana sama sekali nggak sadar dengan tatapan panas yang sejak tadi tertuju padanya. Tiba-tiba, tangan mungilnya diraih pria itu.“Kalau suatu saat kamu merasa nggak kerasan kerja di sana, kapan pun bisa datang saja ke aku.”Akhirnya Joana angkat kepalanya dan menatap Surya. Di detik mata mereka bertemu, dia lihat ketulusan yang nyata di mata Surya. Semua yang Surya katakan sungguh serius.“Makasih, tapi untuk sekarang sepertinya belum perlu.”Di Grup Nurdin, Yusin masih lindu
اقرأ المزيد