Joana langsung terdiam. Sudahlah. Lebih baik disebut pernah bersama saja. Kalau sampai disebut teman tidur, itu justru akan terdengar jauh lebih memalukan.“Aku capek, mau tidur sebentar. Kamu keluar saja.”Joana benar-benar nggak tahu harus berkata apa lagi ke Surya. Joana palingkan wajahnya ke sisi lain. Surya tetap duduk di sisi ranjang temani dia. Bahkan setelah Joana tertidur, Surya sama sekali nggak pergi.Padahal sebenarnya hari ini Surya punya banyak urusan pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun demi Joana, semua pekerjaan itu dia kesampingkan begitu saja. Di matanya, Joana selalu jadi yang paling penting.Begitulah, Surya duduk tenang di sisi ranjang, diam-diam jaga Joana sepanjang waktu. Entah karena terlalu lelah atau karena semalaman nggak tidur. Nggak lama kemudian, Surya malah tertidur sambil bersandar di tepi ranjang. Saat Joana kembali terbangun, langit di luar sudah gelap. Begitu buka mata dan lihat langit-langit asing di atas kepalanya, hal pertama yang dia sadari
Read more