Beberapa hari berlalu sejak kejadian di gudang tua itu.Kondisi Nayla kini sudah jauh lebih baik. Luka di kepalanya mulai pulih, memar di tubuhnya juga perlahan menghilang. Selama masa pemulihan, Naufal hampir tidak pernah membiarkannya melakukan apa pun sendiri.Sebagai dokter sekaligus suami yang terlalu protektif, Naufal benar-benar merawat Nayla dengan telaten.Mulai dari memastikan jadwal minum obat, memeriksa tekanan darah, sampai mengawasi jam tidur istrinya.“Kalau kamu terus begini, aku bisa sembuh karena bosan duluan,” keluh Nayla suatu pagi.Naufal yang sedang memeriksa suhu tubuhnya hanya mengangkat sebelah alis.“Keluhan pasien tidak diterima.”“Loh, kenapa?”“Kalau pasien cerewet, masa rawatnya bisa ditambah.”Nayla spontan membelalak dan cemberut kesal. Melihat reaksi itu, Naufal tersenyum puas.Namun di balik suasana tenang tersebut, perkembangan kasus terus berjalan.Dokter Gilang beberapa kali menghubungi Naufal untuk memberi kabar mengenai Hendra.Kondisinya semakin
Read more