Sementara itu, hari sudah beranjak sore. Nayla masih duduk di sofa ruang kerja Naufal sambil membalas pesan para pelanggan florist.“Astaga. Buket wisuda lagi,” gerutunya saat melihat pesanan baru masuk.Tak lama kemudian pintu terbuka, terlihat Naufal masuk sambil melepas jas dokternya.“Masih kerja, Sayang?” tanya pria itu sambil mencium puncak kepala sang istri.“Cari uang itu susah, Dok,” jawab Nayla asal.“Bos besar memang beda.”“Isshhh, nyindir!" Nayla mendengus pelan."Aku muji loh, malah dibilang nyindir,” cebik Naufal, dan segera duduk di samping istrinya.“Kamu belum pulang, Sayang?” tanya Naufal lagi, tetapi Nayla menggeleng.“Belum mau.”“Ya sudah nggak apa-apa. Aku juga masih ada kerjaan.” “Iya." Nayla mengangguk, tetapi pikirannya jelas sedang tidak berada di sana.Jemarinya tiba-tiba terdiam. Wanita itu menatap lurus ke depan, jelas bukan ke arah ponselnya, karena Tatapannya tampak kosong.Menyadari itu, Naufal pun menoleh ke arah sang istri. Ia lambaikan tangan di de
Read more