Setelah keluar dari ruang tahanan, Naufal masih berjalan dengan langkah yang masih sedikit limbung. Wajahnya penuh lebam akibat pukulan para narapidana tadi.Namun begitu tiba di ruang pemeriksaan, matanya seketika berbinar saat melihat Bara dan Andra yang sudah berdiri di sana. Untuk sesaat, Naufal hanya menatap mereka berdua dengan bingung."Bara? Andra? Kalian di sini?" tanyanya setengah tak percaya.“Iya, Fal." Andra tersenyum tipis. "Akhirnya kau bebas.""Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku bisa bebas?” Naufal masih mengernyit kebingungan menatap mereka berdua.Bara maju selangkah lalu menyerahkan sebuah map tebal. "Kami menemukan cukup bukti untuk membuktikan kalau kau hanya dijebak," ujar pria itu."Bukti?" Pandangan Naufal segera tertuju pada map tersebut."Ya, Kami menyerahkan rekaman pengakuan Laras." Andra mengangguk.Mendengar itu, mata Naufal pun sontak membelalak lebar, nyaris tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Andra."Apa? Jadi Laras sudah ingat semuanya?"
Last Updated : 2026-06-15 Read more