"Ohhh! Mmpphh.” Nayla kelepasan mendesah ketika tangan Naufal kini mulai meremas remas gunungnya dengan sangat gemas.Permainan bibir pria itu juga membuat Nayla pun refleks terpejam. Hawa panas menyelimuti keduanya, membuat hasrat bercinta nya sudah mencapai ubun-ubun.“Ohh, Sayang. Aku nggak tahan untuk menghisap dada kamu,” racau Naufal.“Sayang, sshhh!” Nayla menutup mulutnya rapat-rapat, tak ingin suara desahannya keluar dengan liar.Namun, Naufal malah semakin bersemangat mendengar suara desahan itu. Ia segera menjulurkan lidahnya dan menjilat puncak dada berwarna merah muda yang masih tampak sembunyi dengan malu-malu.Sluurpp!“Ahh, ahh, Sayang.” Nayla merem melek, tubuhnya menggeliat ketika kini Naufal tak hanya menjilati puting nya saja, tapi juga menyesapnya sambil diremas remas.Tangan Nayla refleks menyusup ke rambut sang suami, lalu meremas rambut pria itu dengan lembut. Sedangkan Naufal pun terus asyik menyusu dari kedua bukit besar yang sangat menantang itu. Ia menind
Read More