“Iya, Na. Aku setuju.” Nayla mengangguk mendengar perkataan Naufal. Tatapannya masih tertuju kepada pintu ruang tindakan yang kembali tertutup. Di balik pintu itu, seorang wanita sedang berjuang mempertahankan hidupnya, sementara tidak seorang pun tahu siapa sebenarnya dirinya.“Kita harus mencari tahu identitasnya,” ujar Naufal lagi. “Kalau tidak ada keluarga yang datang, kita harus menemukan petunjuk lain.”“Aku akan bantu,” jawab Nayla pelan.Naufal menggenggam tangan istrinya.“Kamu jangan memaksakan diri. Kepala kamu tadi terbentur dan masih sakit. Aku nggak mau kalau istriku ini jadi tambah sakit.“Aku nggak apa-apa, Na. Aku masih ingat jelas bagaimana kecelakaannya terjadi. Siapa tau itu berguna, karena biar bagaimana pun aku juga korban sekaligus saksi.” Suara Nayla terdengar berat, seperti menahan beban dalam hatinya.Naufal terdiam, kemudian menatap Nayla beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. “Baiklah kalau begitu," angguknya.Setelah memberikan beberapa instruksi kep
Read more