“Iya, benar sekali. Kami memang orang tua kandung Nayla,” angguk Wiratmadja.Suasana menjadi semakin canggung. Rianti masih diam, pikirannya berkecamuk. Naufal pun segera melangkah ke tengah mereka. “Sudahlah, Ma. Aku minta maaf karena tidak datang ke rumah sakit dan tidak menghubungi Mama. Aku akan ikut Mama sekarang untuk melihat Dimas. Tapi tolong jangan membuat keributan di rumah ini, apalagi dengan Papa dan Mama Nayla.” Rianti mendengus pelan. Ia masih kesal, tetapi tidak ingin memperpanjang pertengkaran di depan orang lain. “Terserah kamu.” Wanita itu berbalik dan berjalan menuju pintu.Naufal menoleh kepada Nayla sebelum menyusul ibunya. “Sayang, aku pergi sebentar. Jaga diri baik-baik, ya.”“Iya. Kamu juga hati-hati." Nayla mengangguk meski wajahnya masih dipenuhi kecemasan. Sebenarnya ia ingin ikut menemui Dimas, tetapi melihat Rianti masih begitu marah kepadanya, ia tahu kehadirannya hanya akan memperburuk keadaan. “Pasti, Sayang." Naufal tersenyum tipis, kemudian meny
Read more