Malam itu, florist yang biasanya dipenuhi aroma bunga menjadi tempat berkumpul sementara bagi mereka. Karena sudah terlalu larut untuk pulang, Nayla, Naufal, Renata, Aldo, Hendra, dan Laras memutuskan menginap di sana. Beberapa orang tidur di ruangan belakang, sedangkan Nayla dan Naufal menempati kamar kecil yang biasa digunakan Nayla ketika harus bekerja sampai malam. Meski tubuhnya lelah setelah seharian menghadapi berbagai masalah, Naufal belum bisa tidur. Ia berdiri di dekat jendela dengan kedua tangan terlipat di dada, memandang halaman florist yang gelap. Pikirannya kembali kepada rumah mamanya, terutama Rianti dan Dimas. Sejak kecelakaan itu, kondisi kakaknya semakin sulit. Naufal tahu Dimas sedang berusaha menerima kenyataan bahwa kedua kakinya tidak lagi bisa digunakan seperti dulu. Rasa kehilangan, marah, dan tidak berdaya membuat emosinya tidak stabil. Memikirkan kondisi Dimas sekaligus melihat mamanya yang terus berusaha menghadapinya membuat hati Naufal semakin be
Ler mais