Nayla terdiam mendengar pertanyaan Naufal. Senyum yang tadi masih menghiasi wajahnya perlahan menghilang. Ia menundukkan kepala, sementara kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan.“Kamu … darimana kamu tau, Na?” tanyanya dengan suara bergetar."Aku nggak mau dengar pertanyaan balik dari kamu, Nayla. Aku cuma mau kejujuran kamu,” suara Naufal tegas, tetapi tak menyiratkan kemarahan di sana.Pria itu memegang dagu sang istri, mengangkatnya sebentar, agar mata mereka bisa saling tatap."Sekarang jawab jujur ya. Tanpa ada sedikit pun yang kamu sembunyikan,” pintanya.Nayla masih diam. Ia menghela nafas berat, meskipun tatapannya dan sang suami masih saling lekat.“Iya. Aku tahu,” jawab Nayla akhirnya, seraya mengangguk pelan.Naufal tidak berkata apa-apa. Tetapi tatapannya masih tertuju pada sang istri.“Kamu tahu?” tanyanya pelan.“Iya.” Nayla mengangguk kecil. “Aku sudah tahu dari dulu kalau Dokter Reza punya perasaan sama aku.”"Masalah perjodohan masa kecil itu … apa kamu
Read more