Keesokan paginya, suasana rumah sakit terasa lebih tenang dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi Ratih mulai membaik setelah mendapatkan perawatan dan istirahat yang cukup. Meski tubuhnya masih lemah, wajahnya sudah tidak sepucat sebelumnya.Renata datang bersama Nayla dan Naufal sambil membawa beberapa makanan yang sengaja ia beli untuk ibunya.“Bu, aku bawakan bubur.”Ratih yang sedang bersandar di ranjang langsung tersenyum. “Tidak perlu repot-repot, Nak.”“Nggak repot kok, Bu. Tadi aku sekalian beli buat Nayla sama Naufal.”Nayla yang berdiri di belakang mereka langsung menyahut, “Eh, kenapa aku baru tahu?”Renata tertawa kecil. “Karena kalau aku kasih tahu, kamu pasti minta tambahan.”“Memangnya aku sebanyak itu makannya?”“Banyak.” Naufal yang berdiri di samping istrinya langsung menimpali.“Naufal!" Nayla menoleh dan melotot tajam.Naufal terkekeh. “Hehe, bercanda, Sayang.”Ratih ikut tertawa melihat tingkah mereka. Untuk pertama kalinya sejak bertemu kembali dengan putrinya, i
Read more