“Naufal, kau ….” Suara Dimas tercekat, ia menggeleng tak menyangka jika adiknya itu sudah ada di sana bersama para polisi.“Pengakuan kalian cukup jelas,” kata Naufal dingin. “Terima kasih sudah bicara sendiri, Kakakku.”"Naufal, ini tidak seperti yang kau pikirkan! Aku bisa jelaskan semuanya. Kau pasti percaya padaku kan? Aku ini kakakmu!” Dimas berusaha meraih tangan Naufal, tapi adiknya itu dengan cepat menepisnya."Aku tidak pernah punya kakak sejahat dirimu.” Ia kemudian menoleh pada para polisi itu."Pak polisi, bawa Dokter Dimas Mahendra dan temannya ini pergi dari sini!”"Baik, Pak.” Polisi pun maju dengan cepat menghampiri kedua laki-laki itu.“Saudara Dimas Mahendra dan Saudara Agung, kalian ditahan untuk pemeriksaan terkait dugaan pembakaran sengaja, persekongkolan, dan ancaman.”“Kurang ajar!” Agung mencoba kabur, tapi langsung dibanting ke lantai dan diborgol.Para polisi juga segera meringkus Dimas. Dokter itu meronta saat tangannya ditahan petugas."Pak Dimas, lebih bai
Última atualização : 2026-04-27 Ler mais