Melihat foto yang ditunjukkan oleh Naufal, tatapan mata Nayla segera tertuju ke layar. Dan saat itulah, Tubuh Nayla langsung bergetar hebat. Wajahnya seketika pucat.Ia kenal betul dengan sosok dalam foto itu.Di layar tampak seorang anak laki-laki kecil yang sedang tersenyum sambil memegang setangkai mawar. Dan di sampingnya, berdiri Nayla kecil dengan rambut yang dikepang dua.“Ya Tuhan, ini … ini kan?” Bibir Nayla rasanya bergetar, lidahnya kelu, nyaris tak ada sepatah kata pun yang bisa terucap.Itu foto lama, foto yang tak mungkin ia lupakan sepanjang hidupnya. Tanpa sadar, air mata Nayla jatuh menitik begitu saja. Ia menatap lekat-lekat foto anak kecil itu, lalu mengangkat wajah dan beralih ke Naufal.Ia lihat foto itu sekali lagi, dan kali ini tangisnya benar-benar pecah tanpa bisa ia bendung lagi.“Na ... Nana?” Suara Nayla sesenggukan, ia menangis sampai bahunya berguncang.Ponsel di tangan Naufal perlahan turun. Tatapan pria itu kini tak lagi dingin. Ia menyimpan ponselnya k
Read more