“Enggak! Aku nggak mau dibawa ke kantor polisi!” Dini menggeleng cepat, ia masih berusaha untuk bertahan dengan pendapatnya.“Ini cuma komplain biasa!” bantahnya lagi dengan cepat, meski suaranya mulai bergetar. “Saya pelanggan, jadi saya berhak untuk bicara!”Namun sebelum petugas sempat merespons, tiba-tiba terdengar suara yang cukup lantang.“Pak, ini ada rekamannya!”Semua pun menoleh ke sumber suara. Tatapan mata berfokus di sana, pada Renata yang sedang berdiri di dekat meja kasir sambil menyerahkan sebuah tablet kepada petugas. Wajahnya masih tegang, tapi kini ada sedikit kelegaan di sana.“CCTV toko kami merekam semuanya,” lanjutnya.Petugas itu menerima perangkat tersebut, lalu memutar rekaman. Momen itu membuat mata Dini semakin melebar, dadanya sudah bergemuruh layaknya genderang perang.Beberapa detik kemudian, suasana benar-benar berubah. Semua mata fokus melihat isi rekaman itu.Di layar terlihat jelas bagaimana Dini masuk dengan sengaja. Ia menunjuk-nunjuk bunga, lalu m
Read more