Aku tidak lagi memiliki berat.Di sini, di ruang yang berada di antara denyut terakhir jantung biologisku dan baris pertama kode keabadian, gravitasi hanyalah sebuah saran yang tidak pernah kupatuhi. Aku melayang di dalam apa yang kusebut sebagai Arsip Kesadaran yang Tak Bertepi—sebuah perpustakaan tanpa dinding, tanpa lantai, dan tanpa langit-langit. Hanya ada rak-rak yang terbuat dari cahaya perak yang membentang ke segala arah, menyimpan jutaan buku yang tidak berisi tulisan, melainkan getaran murni.Setiap buku adalah sebuah memori. Dan setiap memori adalah sebuah benang.Aku menyentuh salah satu buku yang melayang melewatiku. Seketika, aku merasakan dinginnya air hujan di Distrik 9. Aku mendengar suara langkah kaki Lilia yang tergesa-gesa dan aroma kopi pahit yang selalu ia bawa. Aku tersenyum, meskipun aku tidak yakin apakah aku masih memiliki bibir untuk melakukannya.Di tengah keheningan yang berpendar ini, aku tidak sendirian. Dari balik bayang-bayang rak-rak perak, sesosok pr
Read more