Juan tersungkur di atas pasir pantai yang dingin, memuntahkan cairan kental berwarna emas murni yang berpendar di kegelapan fajar. Cairan itu berdesis saat menyentuh air laut, menciptakan reaksi kimia yang mengeluarkan uap beraroma mawar busuk dan ozon. Di dalam cairan yang keluar dari tenggorokannya, tampak serat-serat saraf mikroskopis yang masih berdenyut, mencoba mencari inang baru di sela-sela butiran pasir.Lilia segera berlutut di sampingnya, mencoba menahan pundak Juan yang bergetar hebat akibat kejang saraf yang tak terkendali. Ia bisa merasakan panas yang luar biasa memancar dari tubuh pria itu, sebuah panas yang tidak berasal dari demam biologis, melainkan dari aktivitas pemrosesan data yang melampaui batas. Mata Juan terbuka lebar, menatap ke arah samudra dengan ketakutan yang belum pernah Lilia lihat sebelumnya."Ada sesuatu di bawah sana, Elara... ia memanggilku," gumam Juan, sua
Read more