Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

last updateÚltima atualização : 2026-04-02
Por:  Madre ShineAtualizado agora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Classificações insuficientes
16Capítulos
6visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

"Di dunia di mana memori bisa dihapus dan perasaan bisa diprogram, satu-satunya hal yang nyata adalah sentuhan yang melukai." Juan adalah seorang Memory Weaver—penenun memori yang hidup di bayang-bayang Distrik 9. Tugasnya sederhana: menghapus jejak trauma dari otak para elite yang merasa terlalu banyak. Namun, segalanya berubah saat ia menemukan Lilia, seorang wanita tanpa masa lalu yang tersimpan dalam tabung eksperimen proyek rahasia Echo. Lilia adalah kanvas kosong. Dia tidak memiliki nama, tidak memiliki rasa, dan tidak memiliki memori. Namun, saat Juan menghubungkan sarafnya ke dalam pikiran Lilia, ia tidak menemukan data—ia menemukan sebuah frekuensi terlarang yang membangkitkan gairah dan bahaya yang belum pernah ia rasakan. Bersama, mereka melarikan diri dari kejaran penguasa kota, menembus batas antara manusia dan mesin. Dari pesta mewah yang penuh intrik hingga padang pasir radioaktif yang mematikan, Juan dan Lilia harus berhadapan dengan satu kenyataan pahit: Bahwa mencintai satu sama lain berarti mempertaruhkan kewarasan mereka. Saat rahasia gelap tentang kematian orang tua Lilia terungkap, dan sebuah virus saraf mulai menghancurkan ingatan mereka, mampukah cinta bertahan tanpa bantuan kabel dan kode? Ataukah mereka hanya akan menjadi gema yang hilang di tengah bisingnya teknologi?

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Udara di Distrik 9 selalu memiliki rasa yang spesifik: campuran antara tembaga berkarat, ozon yang terbakar, dan sisa-sisa hujan asam yang tak kunjung usai. Di sini, matahari hanyalah dongeng yang diceritakan oleh para veteran perang saraf, terkubur di balik lapisan jelaga industri yang menyelimuti langit selama puluhan tahun. Di bawah permukaan jalanan yang becek oleh limbah neon, Juan duduk di balik meja kerja yang dipenuhi kabel-kabel optik yang meliuk seperti bangkai ular perak.

Cahaya dari monitor tua memantulkan warna biru pucat pada wajah Juan yang tirus. Matanya yang lelah terpaku pada fluktuasi gelombang otak yang melonjak liar di layar, membentuk pola-pola geometris yang tidak masuk akal. Di depannya, di atas kursi operasi kulit yang sudah pecah-pecah, seorang wanita terbaring tak berdaya.

Lilia.

Nama itu tertulis dengan tinta emas yang memudar pada secarik kertas kecil, terselip di saku gaun sutra putihnya yang kini compang-camping dan ternoda oli. Gaun itu adalah anomali di tempat ini. Sutra asli—bukan polimer sintetik—hanya dimiliki oleh penghuni Sektor 0, mereka yang hidup di atas awan.

"Kau seharusnya tidak berada di sini, Lilia," bisik Juan. Suaranya serak, parau khas pria yang menghabiskan malam-malamnya dengan menghisap nikotin sintetik dan terlalu sedikit bicara dengan manusia hidup.

Juan adalah seorang Memory Weaver. Di Distrik 9, ia adalah sosok yang dicari sekaligus ditakuti. Di dunia di mana kenangan adalah komoditas—di mana orang miskin menjual memori masa kecil yang indah demi sesuap nasi, dan orang kaya membeli sensasi jatuh cinta milik orang lain untuk mengusir kebosanan—Juan adalah "tukang jagal" yang bekerja di zona abu-abu. Ia bisa menjahit kembali jiwa yang retak, atau menghapus dosa yang menghantui tidur seseorang.

Namun, saat Juan menghubungkan saraf sensoriknya ke interface di tengkuk Lilia, ia tidak menemukan apa-apa. Biasanya, pikiran manusia adalah labirin yang penuh sesak dengan suara, bau, dan bayangan. Tapi Lilia? Otaknya sunyi. Kosong. Bukan sekadar lupa karena trauma, tapi bersih secara paksa. Seperti sebuah kanvas putih yang baru saja disiram pemutih tingkat tinggi hingga serat-seratnya pun menghilang.

Siapa pun yang melakukan ini pada Lilia, mereka bukan sekadar ingin dia lupa. Mereka ingin dia berhenti menjadi manusia.

Tiba-tiba, keheningan di basement itu pecah. Jemari Lilia bergerak, gemetar kecil sebelum akhirnya mencengkeram lengan Juan dengan kekuatan yang mengejutkan. Kuku-kukunya yang tajam menekan kulit Juan, menembus lapisan dermis dan menciptakan sensasi perih yang anehnya memicu lonjakan adrenalin yang sudah lama padam dalam diri Juan.

"Di mana... aku?" suara Lilia terdengar seperti gesekan biola yang tidak selaras—pecah, rapuh, namun memiliki keindahan yang menyakitkan.

Juan menatap mata Lilia yang perlahan terbuka. Pupil wanita itu melebar, menelan iris cokelat jernihnya hingga menyisakan kegelapan yang dalam. Ada ketertarikan instan yang berbahaya terpancar dari sana—bukan karena cinta, tapi karena insting purba makhluk yang baru saja lahir ke dunia yang asing.

Di Distrik 9, kontak fisik adalah kemewahan sekaligus ancaman. Sentuhan bukan sekadar soal kulit bertemu kulit; di zaman di mana setiap pori-pori bisa menjadi pintu masuk bagi peretas saraf, sentuhan adalah pertukaran energi dan privasi yang paling intim.

"Kau ada di tempat di mana masa lalu tidak lagi penting," jawab Juan. Ia berusaha menjaga suaranya tetap datar, meski detak jantungnya sendiri mengkhianati ketenangannya, berdentum keras di balik tulang rusuknya yang kurus. Ia bisa merasakan panas tubuh Lilia merambat dari lengan hingga ke pundaknya. "Tapi masalahnya adalah, kau tidak punya masa lalu untuk dijual, dan kau tidak punya uang untuk membeli yang baru."

Lilia tidak melepaskan cengkeramannya. Sebaliknya, ia bangkit sedikit, menarik tubuhnya hingga wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari wajah Juan. Bau mawar hutan dan ozon tercium dari kulitnya—aroma yang terlalu mahal, terlalu murni untuk distrik yang berbau sampah logam ini.

Lilia menatap bibir Juan dengan rasa ingin tahu yang mentah, seolah ia sedang mempelajari fungsi dari organ tubuh tersebut. Tangannya yang bebas merayap naik, jemarinya yang halus menyentuh garis rahang tegas Juan yang belum dicukur. Juan membeku. Sebagai seorang profesional yang telah membedah ribuan pikiran, ia tahu bahwa terlibat secara emosional dengan 'pasien' adalah tiket satu arah menuju kehancuran sistemik.

"Kalau begitu," bisik Lilia, napasnya yang hangat menerpa kulit Juan, "buatkan aku memori yang baru. Mulai dari malam ini."

Permintaan itu bukan sekadar kata-kata; itu adalah undangan ke dalam jurang. Juan merasakan pertahanannya runtuh bit demi bit. Logikanya memerintahkannya untuk mencabut kabel, memberikan Lilia beberapa kredit jalanan, dan mengusirnya keluar sebelum pasukan keamanan Sektor 0 melacak jejaknya. Namun, cara Lilia menatapnya—seolah Juan adalah satu-satunya hal yang nyata dan solid di dunia yang penuh halusinasi dan bit data ini—membuat Juan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Tangannya yang gemetar berpindah, melingkar di pinggang Lilia yang ramping, menarik tubuh wanita itu lebih dekat hingga tidak ada lagi udara yang tersisa di antara mereka. Di ruangan yang remang-remang itu, hanya suara detak jam mekanis yang berkarat dan napas mereka yang memburu yang terdengar, bersaing dengan dengung statis dari monitor tua di sudut ruangan.

Juan menunduk, menatap bibir Lilia yang pucat dan sedikit terbuka. Keintiman ini terasa terlarang, sebuah frekuensi yang seharusnya tidak pernah mereka bagi. Di Distrik 9, cinta adalah malware yang merusak sistem, tapi saat ini, Juan bersedia membiarkan seluruh sistemnya hancur.

"Membangun memori baru itu sakit, Lilia," gumam Juan tepat di depan bibirnya. "Kau yakin ingin merasakan sakit itu bersamaku?"

Lilia tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru menarik tengkuk Juan, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang terasa seperti tabrakan dua galaksi yang mati. Rasanya pahit karena nikotin dan manis karena keputusasaan.

Juan tahu, mulai detik ini, hidupnya tidak akan lagi soal angka, frekuensi, atau sekadar bertahan hidup di bayang-bayang. Ini akan menjadi soal obsesi. Sebuah pengejaran terhadap sesuatu yang hilang di dalam diri Lilia, dan sesuatu yang baru saja ditemukan di dalam dirinya sendiri. Mereka adalah dua fragmen yang rusak, mencoba membangun sebuah keutuhan di dunia yang sudah hancur.

Lilia menarik napas panjang di sela ciuman mereka, tangannya kini mencengkeram rambut hitam Juan. "Sakit..." bisiknya lirih, "artinya aku masih ada."

Juan memejamkan mata, membiarkan dirinya tenggelam. Jika Lilia adalah kanvas kosong, maka Juan akan menjadi tinta hitam yang menorehkan sejarah paling berbahaya di atasnya. Sejarah yang mungkin akan membakar mereka berdua hingga menjadi abu, namun setidaknya, mereka akan terbakar bersama.

Di luar, hujan asam mulai turun lebih deras, membilas jelaga dari jendela-jendela berjeruji, sementara di dalam basement yang gelap itu, sebuah frekuensi terlarang baru saja dimulai.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
16 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status