Barbara melangkah masuk dengan gaya santainya, meletakkan tasnya di atas meja rias lalu menyandarkan tubuh di pinggiran ranjang."Maxi sudah tidur?""Hm, dia kelelahan menjagaku," Aurelia memiringkan tubuhnya pelan, memastikan usapan di kening Maxi tidak terganggu. "Kau datang di saat yang sangat tepat, Barbara."Barbara menaikkan sebelah alisnya curiga, menatap senyum penuh arti yang terulas di bibir Aurelia. "Kenapa tatapanmu seperti itu? Jangan bilang kau mau menyuruhku melakukan hal aneh."Aurelia menyunggingkan senyum makin lebar, mengedipkan matanya genit. "Aku ingin makan gulai kepala kakap pedas buatanmu. Harus kau sendiri yang memasaknya di dapur bawah.""Apa?" pekik Barbara tertahan, membelalak tak percaya. "Kau gila? Aku ini Manajer Operasional perusahaan jika kau lupa, Aurel! Kenapa tiba-tiba kau menyuruhku mengulek bumbu gulai?""Adik bayi yang memintanya, Barbara," sahut Aurelia santai, mengusap perut ratanya dengan wajah tanpa dosa. "Aku sangat merindukan masakanmu. Lag
Read more