"Berhenti menatapku!"Aurelia akhirnya menyerah, mengibaskan tangannya di depan wajah dengan panik. Belum ada satu menit Caleb mengunci pandangan matanya, rasa gelisah luar biasa sudah menyergap dadanya. Matanya bergerak liar ke kiri, ke kanan, ke atas, membuang pandangan ke mana saja asal tidak bertabrakan dengan manik mata biru suaminya.Caleb mengangguk pelan tanpa mengikis jarak. "Baiklah."Aurelia seketika melotot, menatap wajah datar pria di atasnya dengan nada kesal yang membuncah. "Kenapa kau bisa sepatuh itu?!"Caleb menaikkan sebelah alisnya, merespons dengan intonasi rendah yang sangat tenang. "Jika memang itu membuatmu senang, kenapa tidak? Bukankah sikap patuh ini yang kau inginkan dariku?"Aurelia terdiam kaku untuk beberapa saat. Ia menghela napas panjang, meratapi sikap kaku suaminya yang terlampau formal."Kau jadi sama sekali tidak menarik lagi jika begini, Caleb," ujar Aurelia akhirnya seraya bangkit dari paha tegap suaminya. "Kau bergerak dan menjawab persis sepert
Read more