"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!"Roland melangkah tegap mendekati pusat kerusuhan dengan kening berkerut kaku. Pria itu menatap nanar pecahan porselen dan beberapa rak aksesori yang ambruk berantakan."Wanita ini yang lebih dulu cari gara-gara!" tuding Aurelia tajam, menunjuk lurus ke arah wanita bergaun mewah di depannya."Kau kenal dengan mereka, Roland?" Wanita angkuh itu langsung melingkarkan kedua tangannya dengan manja di lengan tegap Roland. "Wanita gendut itu... maksudku dia sengaja menyambar dan merebut barang yang ingin kubeli!""Sampai sejauh ini dia masih terus mempertahankan kebohongannya!" celetuk Barbara sinis, menyilangkan tangan di dada dengan napas memburu."Roland, kau lihat sendiri kan?!" adu wanita itu lagi, merengek dengan intonasi memelas yang sengaja dibuat-buat. "Dia sangat kasar padaku!"Adu mulut di antara ketiga wanita itu kembali meletup hebat, membuat pelipis Roland berdenyut nyeri menahan pusing. Situasi kian memanas saat Barbara dan wanita itu ke
Read more