“Aku tidak bermaksud menolakmu sepenuhnya, Raja Bjorn,” Elara menyela cepat, menghentikan kepasrahan yang sempat membayang di wajah raksasa sang beruang kutub. Ia menoleh ke arah kelima suaminya yang masih berdiri terpaku, lalu mengembuskan napas kasar yang sarat akan beban pikiran.“Saat ini, aku membutuhkan waktu untuk mencerna semua kebenaran ini,” lanjut Elara, suaranya terdengar lelah namun tetap tegas.“Keputusan sebesar ini tidak bisa kuambil dalam hitungan detik di tengah ketegangan zirah dan hunusan pedang. Jadi, jika aku sudah memikirkan jalan keluar yang paling adil, aku bersumpah akan langsung mengirimkan kabar kepadamu di utara.”Bjorn mendongak, menatap sepasang mata Elara yang memancarkan ketulusan murni. “Berapa lama aku harus menanti, Ratu?”“Kembalilah ke wilayahmu terlebih dahulu bersama pasukanmu, Bjorn,” pinta Elara dengan kelembutan yang menenangkan.“Biarkan suasana di kastil ini mendingin. Jaga rakyatmu di sana, dan tunggulah kabar baik dariku. Aku tidak akan m
อ่านเพิ่มเติม