Keesokan paginya, pemandangan di sekitar Kastil Pusat telah berubah total. Hanya dalam satu malam, padang rumput yang sebelumnya gersang kini tertutup oleh hamparan bunga Aurelia yang hanya mekar seratus tahun sekali.Pohon-pohon buah yang baru ditanam tiba-tiba merunduk karena beban buah yang ranum dan manis. Tanah Wilderheim seolah-olah bernapas kembali, menghisap sisa energi kesuburan yang terpancar dari rahim Sang Ratu.Elara berdiri di balkon utama, menatap ke arah gerbang luar istana yang kini dipenuhi oleh lautan rakyat dari berbagai klan.Mereka membawa keranjang gandum, ternak terbaik, dan perhiasan, semuanya bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada calon ibu dari pewaris mereka.“Lihatlah mereka, Malphas. Mereka tampak begitu bahagia,” bisik Elara, jarinya mengusap tanda mawar perak di dadanya yang kini telah kembali ke warna asalnya, namun tetap terasa hangat.Malphas berdiri di belakangnya, namun alih-alih ikut menikmati pemandangan itu, ia justru menarik Elara menja
Mehr lesen