بيت / Fantasi / Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang / Yang Memanggil Elara Sebenarnya

مشاركة

Yang Memanggil Elara Sebenarnya

مؤلف: Ryu_Queen
last update تاريخ النشر: 2026-05-24 22:16:56

Aula Utama seketika dilingkupi oleh keheningan yang begitu pekat saat kalung batu kuarsa di leher Bjorn memancarkan pendaran cahaya yang selaras dengan memori Elara.

Raja Beruang itu menatap batuan kuno miliknya, lalu mendongak menatap Elara dengan binar mata yang seolah baru saja menemukan kepingan teka-teki yang hilang selama ribuan tahun.

“Jadi... relief itu benar-benar ada di duniamu,” bisik Bjorn, suaranya bergetar hebat penuh kepasrahan yang mendalam.

Ia melangkah maju satu depak, mengaba
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Lima Raja yang Kesepian

    Malam kian merayap jauh di Wilderheim, meninggalkan Aula Utama istana belantara dalam keheningan yang mencekam. Lilin-lilin dinding yang menyala temaram seolah tidak mampu mengusir aura kelabu yang menggelayuti ruang takhta.Di dekat jendela besar, para kelima raja melamun sambil menangkup dagu mereka, menatap bulan yang sangat sempurna terlihat dari balik jendela istana mereka. Cahaya keperakan yang dipantulkan sang candra justru terasa hambar, mengingatkan mereka pada sosok jelita yang kini berada ribuan mil jauhnya di dataran es abadi.Vrax mengembuskan napas kasar, membiarkan jemarinya mengetuk-ngetuk meja batu dengan ritme yang gelisah."Betapa kesepian kita sekarang... Istana ini mendadak terasa begitu luas dan mati semenjak Ratu kita sedang dipinjam oleh raja beruang dari utara itu.""Jangan gunakan kata 'dipinjam', Vrax. Itu membuat daaku semakin panas," geram Kaelen, kuku-kuku panther-nya mencuat tipis, menggores permukaan meja hingga meninggalkan bekas dalam.Lucian yang sej

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Penyatuan di Malam Pertama

    Bulu-bulu serigala salju yang tebal menjadi saksi ketika Bjorn merebahkan tubuh pualam Elara dengan kelembutan yang menyembunyikan kebuasan seekor predator puncak.Gaun sutra merah milik sang Ratu telah tersingkap, menampakkan keindahan raga polos yang berkilau di bawah temaram cahaya bintang kosmik dari balik atap kristal. Pendaran mawar emas di dada Elara berdenyut semakin cepat seiring dengan deru napas Bjorn yang kian memburu di atas wajahnya."Kau adalah keajaiban terdalam yang pernah menginjakkan kaki di atas lantai esku, Elara," geram Bjorn rendah, suaranya parau oleh berahi yang menuntut pelepasan."Maka ambil aku, Bjorn. Jadikan rahimku tempat berteduh bagi masa depan klanmu," balas Elara, jemarinya mencengkeram bahu kekar sang raja yang dipenuhi otot keras.Tanpa membuang waktu lagi, Sang Raja Beruang mengunci kedua tangan Elara di atas kepala dengan satu telapak tangannya yang besar. Gerakan dominannya begitu terasa saat ia menindih tubuh Elara, membiarkan bobot tubuh raksa

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Tidak akan Menunggu Lebih Lama

    Getaran misterius di bawah lantai es perlahan mereda, menyisakan pendaran biru tua yang menenangkan di sepanjang dinding koridor saat Bjorn membimbing Elara menuju ruang pribadinya.Pintu kristal ganda setinggi tiga meter terbuka tanpa suara, menyambut langkah kaki keduanya masuk ke dalam tempat peristirahatan tertinggi sang penguasa utara.Elara seketika menghentikan langkahnya, matanya membelalak kecil karena sedikit tertegun. Ia dibawa ke kamar sang raja dan melihat betapa luas dan megahnya kamar tersebut.Langit-langit ruangan terbuat dari es kuarsa transparan yang menampilkan kerlip bintang malam kutub yang berkilauan. Di tengah ruangan, sebuah ranjang raksasa berbahan kayu kuno dilapisi bulu serigala salju putih bertumpuk-tumpuk, tampak begitu empuk, hangat, dan sangat mewah.Melihat istrinya masih terpaku di ambang pintu, Bjorn melangkah mendekat dengan gerakan yang sangat lembut. Sang raja membantu Elara menaruh jubah bulu tebalnya di sofa beludru yang terletak tak jauh dari r

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Raja Utara yang Tangguh

    Uap hangat mengepul dari piring-piring perak yang berjejer di atas meja panjang ruang makan istana es.Wangi rempah kering khas pegunungan salju bercampur dengan aroma kuah daging rusa kutub yang gurih, menciptakan atmosfer yang kontras dengan suhu beku di luar dinding kristal.Di kepala meja, Elara duduk berdampingan dengan Raja Bjorn. Di hadapan mereka, tiga sosok manusia binatang beruang dengan rambut keperakan dan jubah bulu yang tebal duduk dengan posisi tegap penuh hormat. Mereka adalah para tetua klan yang paling dihormati di dataran utara.Bjorn menuangkan madu hangat ke dalam cawan Elara sebelum membuka percakapan. "Elara, ini adalah tiga tetua tertinggi yang menjaga sisa-sisa sejarah klan kami. Tetua Torin, Tetua Borlok, dan Tetua Freya."Elara mengulas senyum manis, menganggukkan kepalanya dengan anggun ke arah ketiga paruh baya bertubuh kekar tersebut."Aku sangat terhormat bisa disambut dengan begitu baik di istana es yang megah ini. Keramahan kalian dan seluruh rakyat di

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Sang Pemimpin Sejati

    Suara lonceng kristal yang nyaring bergema dari puncak menara tertinggi istana es, memecah kesunyian abadi yang sekian lama mencengkeram dataran utara.Tidak butuh waktu lama bagi lima puluh penghuni klan beruang yang tersisa untuk berkumpul di Aula Utama. Mereka berjalan dengan langkah gontai, tubuh mereka dibalut jubah bulu yang kusam, dan gurat keputusasaan masih tercetak jelas di wajah-wajah yang pucat.Namun, begitu melihat sosok Elara yang berdiri anggun di samping takhta es bersama sang penguasa, riak kehebohan seketika menjalar di antara barisan rakyat yang tersisa.Raja Bjorn melangkah ke depan, suaranya yang bariton dan bergemuruh laksana longsoran salju memenuhi ruangan kuarsa tersebut."Wahai rakyatku, tataplah ke depan! Hari ini, aku mengumpulkan kalian semua untuk mengumumkan bahwa fajar baru telah terbit. Sang Ratu pembawa mukjizat telah tiba di tengah-tengah kita!"Rakyat beruang saling berbisik, mata mereka yang tadinya redup kini mulai memancarkan binar rasa tidak pe

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Sama Hancurnya dengan Wilderhem

    Perjalanan panjang membelah lautan badai dan hamparan padang salju akhirnya berujung pada sebuah dataran putih yang terisolasi di ujung dunia.Ketika kereta es raksasa milik Raja Bjorn perlahan melambat dan berhenti, Elara melangkah turun dibantu oleh sang penguasa utara.Begitu kakinya menapak pada tanah yang membeku, Elara sedikit tertegun. Sepasang netranya menatap nanar sekeliling tempat tersebut yang tampak cukup kacau, sepi, dan berantakan.Puing-puing bangunan batu tertutup es tebal yang retak, jalanan bersalju dibiarkan tak terurus, dan sisa-sisa kejayaan masa lalu klan beruang tampak terbengkalai begitu saja tanpa ada tanda-tanda aktivitas yang bergairah.Bjorn yang berdiri di samping Elara mengembuskan napas panjang, kepulan uap putih keluar membelah udara sedingin es."Beginilah keadaan wilayah kami yang sebenarnya, Ratu Elara. Rakyatku sudah hampir punah, dan tanpa adanya harapan akan masa depan, mereka telah kehilangan seluruh semangat untuk melanjutkan hidup."Elara mene

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Kontrak Kesepakatan

    Malphas berdiri dengan keanggunan yang mematikan. Kuku-kuku hitamnya yang tajam masih menempel di dagu Elara, memaksa wanita itu untuk terus menatap mata kuning emasnya yang dingin.Berbeda dengan Lucian atau Vrax yang meledak-ledak karena kegilaan, Malphas tampak sangat terkendali, dan itulah yang

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Harus Melakukan Sesuatu

    Zhen tidak bergeming. Cengkeramannya pada leher Elara terasa seperti lilitan kawat baja yang panas.Mata ungu sang Panther berkilat, memantulkan bayangan Elara yang terhimpit di antara tubuh perkasa pria itu dan dinding gua yang dingin.Gairah yang dipicu oleh Lust-Fever membuat Zhen kehilangan aka

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Wangi yang Menghipnotis

    “Kalian tidak bisa terus seperti ini,” ucap Elara dengan tenang.Dia lalu melirik jarinya yang masih mengeluarkan darah akibat goresan Cermin Obsidian tadi. Luka itu belum sepenuhnya menutup.Dia ingat kata-kata Kaelath tentang darahnya yang menjadi 'penanda' dan 'penawar'.Jika dia ingin bertahan

  • Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang   Tak Menyangka akan Jadi Rebutan

    “Kau selalu rakus, Lucian. Perang antar wilayah baru saja usai, dan kau sudah ingin menelan anugerah paling langka di Wilderheim seorang diri?”Dari kegelapan, muncul Kaelath. Kulitnya sepucat rembulan, kontras dengan pakaian dari sutra hutan hitam yang melekat di tubuhnya yang atletis.Matanya tid

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status