Cahaya fajar yang menembus permukaan Danau Kabut memberikan rona keemasan yang ganjil di dalam koridor-koridor bawah air, namun Zhen memiliki rencana yang lebih eksotis untuk menutup pagi itu.Ia menuntun Elara, yang masih terbalut kain sutra tipis, menuju sebuah rekahan alami di dasar istana yang belum pernah ia kunjungi.Begitu pintu batu giok itu terbuka, aroma manis yang memabukkan langsung menyerbu indra penciuman Elara, aroma yang menyerupai nektar bunga liar yang dipadu dengan wangi kayu cendana yang hangat.Mereka memasuki Goa Madu, sebuah keajaiban geologis di mana dinding-dinding kristalnya mengeluarkan cairan kental berwarna amber yang perlahan mengalir seperti air terjun mini.Cairan itu bukanlah madu biasa, melainkan esensi murni dari akar-akar pohon kuno yang menembus dasar danau, memiliki tekstur yang licin, hangat, dan sangat manis di kulit.Zhen melangkah masuk lebih dulu, membiarkan cairan manis itu membasahi bahunya yang bersisik halus.Ia menoleh ke arah Elara, mat
Read more