Di bawah tatapan emas Vrax yang membara, Elara perlahan menanggalkan sisa kain yang melekat di tubuhnya, membiarkannya jatuh begitu saja ke dalam aliran air yang membawanya pergi.Kini, di atas batu besar yang basah, Elara memamerkan keindahan raga yang telah sepenuhnya terjaga. Dengan keberanian yang memuncak, ia melebarkan kedua kakinya, membiarkan pusat sensasinya terbuka di depan mata sang Raja Harimau.Jemari Elara mulai bergerak lincah, mengusap miliknya sendiri dengan gerakan memutar yang provokatif, sementara tangan lainnya meremas payudaranya yang kencang, menonjolkan pucuk kemerahan yang sudah menegang karena udara dingin dan gairah yang membakar.Ia menatap Vrax dengan binar mata yang penuh tantangan, seolah berkata bahwa seluruh surga ini siap untuk dijarah.“Lihat apa yang kau lewatkan karena terlalu lama bersikap sopan, Vrax,” bisik Elara, suaranya serak dan sarat akan undangan.Vrax tidak lagi mampu membendung insting purbanya. Dengan satu geraman rendah yang menggetark
Mehr lesen