Siang itu, suasana di lantai dua puluh divisi keuangan terasa lebih tegang dari biasanya. Nia baru saja duduk di mejanya, mencoba menenangkan diri setelah kembali dari rumah sakit. Ia menyusun berkas-berkas di hadapannya, berusaha fokus pada pekerjaan. Namun, pikirannya terus melayang pada tatapan Andro tadi di lorong rumah sakit. Tatapan yang penuh pertanyaan, keterkejutan, dan sesuatu yang ia takuti yaitu kecurigaan yang mulai tumbuh.Belum lama ia mulai bekerja, pintu ruangannya terbuka kasar. Andro berdiri di ambang pintu, napasnya terlihat tidak tenang, matanya menatap lurus ke arah Nia dengan sorot tajam yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Langkah kakinya berat saat berjalan mendekat ke meja kerja Nia."Kita harus bicara sekarang, Nia," ucapnya tegas, suaranya rendah dan penuh tekanan.Nia menegakkan punggungnya, meremas ujung meja dengan kedua tangan. "Pak Andro ... ini jam kerja. Kalau ada urusan pekerjaan, bisa kita bicarakan lain waktu. Saya belum merasa enak badan.""In
Última atualização : 2026-09-28 Ler mais