Pagi itu, cahaya matahari menyelinap lembut melalui tirai tipis vila mereka yang menghadap langsung ke Laut Aegea yang biru jernih. Nia terbangun dalam pelukan hangat Samudra. Pria itu masih terlelap, napasnya teratur dan tenang di telinganya. Nia tersenyum, membelai lembut wajah suaminya yang kini benar-benar miliknya secara sah. Semua rasa takut, cemas, dan air mata yang dulu menumpuk di hatinya kini tergantikan oleh kebahagiaan yang utuh."Mimpi indah, Sayang," bisik Samudra, tiba-tiba membuka matanya dan tersenyum melihat Nia menatapnya."Kau bangun saja saat aku ingin memandangimu lebih lama," goda Nia, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.Mereka memulai hari dengan sarapan sederhana di teras vila. Ada roti segar, madu lokal, buah-buahan manis, dan kopi beraroma harum. Setelahnya, mereka berjalan menyusuri jalan setapak berwarna putih menuju pantai berpasir merah yang tak jauh dari Fira. Di sana, air laut berwarna biru jernih memantulkan cahaya matahari, dan angin s
Last Updated : 2026-09-17 Read more