Keesokan paginya, cahaya matahari yang lembut menyelinap malu-malu melalui celah tirai jendela kamar perawatan. Andromeda Gozali membuka matanya perlahan, kelopak matanya terasa begitu berat, seolah dilapisi oleh pasir. Pandangannya kabur sejenak sebelum perlahan menyesuaikan diri dengan cahaya. Dia melihat langit-langit kamar bercat putih bersih. Aroma antiseptik dan obat-obatan menyengat indera penciumannya, bercampur dengan samar-samar bau linen rumah sakit yang baru dicuci. Di sampingnya, monitor detak jantung berbunyi ritmis, menandakan ia masih terikat pada dunia orang hidup.'Di mana aku? Apa di rumah sakit?' batinnya dengan tubuh lemah. Setiap kali ia mencoba menarik napas dalam, sebuah rasa nyeri yang luar biasa menusuk perutnya, memaksanya untuk mendesis pelan. Memori tentang malam sebelumnya datang secara bertahap, seperti pisau belati yang tajam. Jalanan gelap, bayangan-bayangan mengancam, kilatan pisau, dan rasa panas yang merobek perutnya. Dan Clarissa ... wanita yan
Dernière mise à jour : 2026-10-10 Read More