"Ingin merasakan sensasinya?"Sekali lagi, Aruna harus menelan ludahnya susah payah. Tenggorokannya kering. Seluruh tubuhnya sudah gemetar, bukan karena dingin, melainkan karena adrenalin yang bercampur dengan gairah yang tidak bisa ia kendalikan. Jari-jarinya yang mencengkeram bahu Atlas bergetar, dan kakinya yang menekan kasur terasa lemas. Namun meski seluruh tubuhnya berteriak bahwa ini gila, bahwa Tante Amanda ada di bawah, matanya memberikan anggukan samar. Hampir tidak terlihat. Tapi Atlas menangkapnya.Lalu tangan Atlas yang tadi di pinggangnya bergerak. Satu tangannya menggoyangkan pinggul Aruna perlahan, maju, mundur, maju lagi dan dalam hitungan detik, Aruna merasakan miliknya yang tergesek oleh milik Atlas yang sudah keras. Gesekan itu, meski masih melalui lapisan kain, mengirimkan gelombang sensasi yang membuat Aruna menahan napasnya. Kepalanya sedikit mendongak, rahangnya mengeras, dan tanpa sadar, tangannya bergerak dari bahu Atlas ke mulutnya sendiri, menutupnya. Me
Last Updated : 2026-05-01 Read more