Lampu merah kecil menyala di sudut ruangan, menandakan siaran telah dimulai. Studio podcast Ruang Rasa terasa hangat dengan pencahayaan temaram yang sengaja dibuat nyaman, seolah setiap kata yang keluar di dalamnya akan terdengar lebih jujur. Aruna duduk tegak di kursinya, headphone melingkar di kepala, mikrofon berdiri tepat di hadapannya. Senyum tipis menghiasi wajahnya, rapi dan profesional, seakan tidak ada apa pun yang mengganggu pikirannya."Kadang," suaranya mengalun lembut, teratur, "kita terlalu sibuk mencari jawaban dari orang lain, sampai lupa kalau sebenarnya kita sendiri sudah tahu jawabannya."Di balik kaca, produser mengangkat jempol. Aruna membalas dengan anggukan kecil, lalu melanjutkan. Ia menyusun kata demi kata dengan hati-hati, menyelipkan tawa ringan di sela pembahasan, membuat suasana terasa dekat dan hangat. Tidak ada yang tahu bahwa beberapa hari terakhir justru dipenuhi hal-hal yang tidak pernah ia bahas di depan mikrofon, pertanyaan yang terus berputar tan
Last Updated : 2026-04-25 Read more