Sebenarnya, hari ini Aruna hanya ingin menjalani hari kedua dengan tenang. Tanpa drama, tanpa kejutan yang tidak perlu. Ia hanya ingin menikmati setiap momen dengan ringan, membiarkan dirinya larut dalam ritme acara tanpa harus terus-menerus bersiaga seperti hari sebelumnya.Namun kenyataannya tidak sesederhana itu.Sejak kedatangan Agasa di pagi hari, sesuatu di dalam dirinya terasa terusik. Bukan hanya karena kehadiran lelaki itu, tapi juga karena cara Agasa berbicara, menyentuh, dan mengungkit hal-hal yang sudah Aruna paksa kubur dalam-dalam. Sisa-sisa emosi itu masih tertinggal, mengendap di dadanya, membuat suasana hatinya naik turun tanpa pola yang jelas.Dan sekarang, ia berdiri di tepi pantai, mencoba menenangkan diri di tengah hiruk-pikuk persiapan shooting.Pantai itu tampak hidup. Hamparan pasir putih membentang luas, bersih, dengan jejak-jejak kaki kru yang berlalu-lalang sejak pagi. Ombak bergulung pelan, memecah di bibir pantai dengan suara yang ritmis, seolah menjadi la
Magbasa pa