Begitu tiba di lantai atas di mana Tuan Besar Pratama, Maya, dan dua petinggi, Wira dan Gunawan berada, Davien langsung menanyakan kondisi mereka. "Apakah sekarang kalian sudah merasa lebih baik?" tanya Davien, suaranya sarat akan kecemasan.Tuan Besar Pratama menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang masih berpacu liar. Dia berdiri dengan perlahan, memegang pundak cucunya, Maya, sebelum mendongak menatap pemuda di depannya. "Kami baik-baik saja, Davien. Berkat kedatanganmu yang tepat waktu, luka fisik kami tidak seberapa. Maya hanya sedikit syok, dan energi yang kau berikan tadi sudah banyak membantu meredakan rasa sakitnya," ujar Tuan Besar Pratama sambil mengangguk pelan ke arah Wira dan Gunawan yang juga mulai bisa menguasai diri mereka.Davien mengembuskan napas lega dan merasa bersyukur ketika melihat mereka sudah membaik. Setidaknya, keputusannya untuk langsung melesat ke gedung ini tanpa memedulikan hal lain telah mencegah tragedi yang jauh lebi
続きを読む