Setelah Reina pergi meninggalkan ruangan VIP dengan langkah kaki yang dipenuhi secercah harapan, keheningan kembali menguasai restoran mewah tersebut. Davien tidak langsung beranjak dari kursinya, dia menatap cangkir teh yang kini telah mendingin dan merenungkan setiap untai perkataan Reina. Tanpa membuang waktu lebih lama, Davien langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Bara Mahesa. Di ujung telepon, Bara menjawab dengan nada suara yang penuh hormat dan kesiapan mutlak."Selamat sore, Tuan Besar Davien. Ada perintah yang bisa saya laksanakan?" ujar Bara di seberang sana.Davien tidak berbasa-basi. "Kau sedang di mana sekarang, Bara?""Saya sedang berada di markas divisi logistik, Tuan. Memeriksa beberapa dokumen pengiriman bahan baku obat," jawab Bara dengan patuh."Tinggalkan dulu pekerjaanmu," perintah Davien, suaranya terdengar berat dan tidak menerima bantahan. "Aku ingin bertemu dengannmu sekarang juga. Datanglah ke Restoran Awan, ruang VIP lantai atas."Bara mengangguk
続きを読む