Siang harinya Davien mengadakan pertemuan di kediaman Jenderal Haryo. Di dalam sebuah ruang rapat yang sangat tertutup, beberapa tokoh penting telah berkumpul. Tuan Besar Pratama duduk di salah satu sudut dengan ekspresi tenang namun matanya yang sarat pengalaman terus mengamati situasi. Di sebelahnya, Maya tampak gelisah, sesekali jemarinya mengetuk meja dengan ritme tak beraturan. Sementara itu, Bara, Wira, dan Gunawan serta Jenderal Haryo sendiri duduk mengelilingi meja, dengan dokumen-dokumen internal perusahaan yang tersebar di hadapan mereka. Setelah beberapa saat membicarakan tentang perkembangan Surgawi Medika, Davien yang sejak tadi duduk diam di ujung meja akhirnya menegakkan punggungnya. "Perlu diketahui, alasan utama aku mengumpulkan kalian semua di sini, di ruang tertutup ini, adalah untuk membahas Hendra Adiputra," kata Davien dengan tegas. Pemuda itu mengepalkan tangannya di atas meja saat mengingat bagaimana relasi-relasi bisnisnya diancam secara fisik. "Jika ha
อ่านเพิ่มเติม