Suasana di depan etalase jam tangan mewah itu kian mencekam. Kerumunan pengunjung yang mengenakan pakaian bermerek mulai membentuk lingkaran, seolah sedang menonton pertunjukan sirkus di mana Davien adalah objek hinaannya. Dua orang petugas keamanan mal, dengan tubuh tegap dan seragam yang kaku, melangkah maju dengan penuh otoritas."Jangan banyak bicara lagi, ikut kami ke ruang pengamanan!" bentak salah satu petugas. Tangannya terjulur, hendak mencengkeram lengan Davien dengan kasar.Namun, sebelum jemari itu sempat menyentuh kain kaos sederhananya, Davien mengangkat pandangannya. Matanya yang jernih mendadak berubah menjadi sedingin es kutub, memancarkan aura membunuh yang begitu padat hingga udara di sekitar mereka seolah membeku."Pergi," ucap Davien pelan, namun mengandung kekuatan mutlak.Bersamaan dengan kibasan tangan kanannya yang terlihat santai, sebuah gelombang energi tak kasat mata meledak.BRAK! DUAK!Kedua petugas itu tidak sempat bereaksi. Tubuh mereka terlempar ke b
Read more