"Sepuluh menit lagi, Nona," katanya, suara Davien memecah keheningan. Ia berdiri di dekat pintu, bayangannya jatuh memanjang di lantai. Wajahnya sedatar permukaan telaga di tengah hutan, tenang namun menyimpan kedalaman yang tak terduga.Maya menarik napas panjang dan mencoba mengisi paru-parunya dengan keberanian yang tersisa. "Davien ... jika hari ini aku kehilangan segalanya, apakah kau masih akan berdiri di dekatku?" tanya Maya dengan suara sedikit bergetar. Entah kenapa, Maya sangat khawatir Davien pergi setelah tahu dia kehilangan segalanya. Davien menatap mata Maya melalui pantulan cermin. Ada kilat aneh di manik matanya, sesuatu yang lebih tajam dari sekadar kesetiaan seorang pengawal. "Aku tidak disewa untuk menjaga sebuah perusahaan, Nona. Aku di sini untuk menjagamu. Perusahaan bisa runtuh, tapi kau tidak boleh." jawab Davien penuh kepastian.Jawaban itu, meski singkat, tetapi memberikan sengatan listrik pada mental Maya. Ia mengangguk, memutar tubuhnya, dan melangkah
Read more