Davien melirik kartu tersebut sejenak, tetapi tidak serta-merta mengambilnya.Mo Yuan tidak memaksanya lebih jauh. Dia melangkah mundur anggun sambil menyilangkan kedua tangannya di balik punggung.Dia hanya berbalik dan berjalan menuju tangga yang mengarah ke lantai dua.Namun sbelum mencapai anak tangga pertama, dia berhenti. Kakinya terdiam di atas anak tangga, lalu Mo Yuan menolehkan kepalanya sedikit."Omong-omong, Tuan Muda Davien."Davien menoleh pelan."Di Kota Qingyuan, kemampuan seorang tabib memang dihormati," kata Mo Yuan dengan nada rendah. "Tetapi Paviliun Seribu Obat memiliki warisan ribuan tahun. Pengetahuan di wilayah luar ini hanyalah setetes air di samudera."Mo Yuan tersenyum tipis, sebuah tawa dingin yang tertahan."Jangan sampai kau mengira karena berhasil menyelamatkan satu orang, kau sudah memahami ilmu medis dunia kultivasi."Setelah mengatakan itu, dia melanjutkan langkahnya naik ke lantai dua, jubah putihnya melambai anggun sebelum lenyap di balik tirai.Dav
Mehr lesen