Bara sudah masuk ke dalam ruangan pribadinya yang kedap suara. Napasnya masih menderu cepat, antara rasa tidak sabar dan pengabdian yang mendalam. Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia segera mengeluarkan semua pil pemberian Davien dari botol gioknya. Di telapak tangannya, lima butir pil itu bersinar dengan pendar keemasan yang mistis. Bara tidak ragu, dengan sekali gerakan, ia menelan semuanya sekaligus.Seketika, rasa panas yang membakar meledak di dalam dadanya, seolah ia baru saja menelan sebongkah lava cair dari inti bumi. Panas itu menjalar dengan liar ke seluruh tubuh, merayap melalui pembuluh darah dan menusuk ke dalam sumsum tulang. Efek dari pil-pil berkualitas tinggi itu mulai bereaksi secara ekstrem.Tanpa membuang waktu lagi, Bara langsung mengambil posisi bersila dan memulai proses kultivasi.Di dalam tubuhnya, terjadi peperangan hebat. Energi murni dari pil-pil tersebut menghantam dinding-dinding nadinya yang selama ini beku dan sempit. Bara mengerang tertahan, ke
Read more