Rasa sakit itu datang tanpa peringatan. Perut Fay mengeras seketika, diikuti tekanan hebat yang menjalar hingga ke pinggang dan panggulnya. Seolah ada kekuatan besar dari dalam tubuhnya yang terus mendorong keluar tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat."A-aku nggak kuat, Aaron...," bisik Fay, pandangannya memburam.Aaron memeluknya lebih erat. "Dengar aku, Sayang. Jangan menyerah. Kamu pasti bisa!"Aaron menyalurkan aura Alpha melalui ikatan mereka, berusaha menstabilkan tubuh Fay dan menjaga kesadarannya agar tidak tenggelam akibat rasa sakit.Namun, aura sang calon pewaris begitu dominan, menolak tenang dan makin ganas meremukkan organ dalam ibunya demi sebuah kebebasan.Aaron menoleh tajam kepada dokter. "Lakukan sesuatu!"Dokter yang berlutut di hadapan Fay terlihat panik. Wajahnya pucat pasi dibasahi keringat dingin saat tatapan penuh dorongan membunuh milik Aaron mengunci pergerakannya."A-ampun, Alpha!" gagap dokter klan itu, suaranya bergetar hebat. "Saya ... saya
Read more