Aku pikir semuanya akan selesai setelah aku pergi. Ternyata tidak.Pagi itu, sebelum benar-benar meninggalkan kota dengan bus pertama, aku memaksakan diri datang ke kantor pusat. Tujuanku tidak lain hanya untuk satu hal.Mengundurkan diri.Aku harus mengundurkan diri secara resmi. Tidak ada drama, tidak ada penjelasan yang berbelit-belit. Aku hanya ingin menghilang dan menjaga anak ini sendiri."Kenapa harus hari ini, Fay? Kamu baru seminggu lho di sini," bisik Rani, teman sesama magang, saat melihatku terburu-buru menuju meja administrasi."Ada urusan keluarga yang mendesak, Ran. Aku harus pergi sekarang," jawabku singkat tanpa berani menatap matanya.Lift membawaku ke lantai atas. Jantungku berdegup terlalu kencang, seolah tubuhku tahu sesuatu apa yang akan terjadi selanjutnya.Begitu pintu lift terbuka, atmosfer di kantor terasa berbeda. Suasana menjadi tegang. Para karyawan berdiri tegak di meja mereka dengan wajah kaku."Selamat pagi, Pak," sapa sekretaris di depan dengan nad
Last Updated : 2026-03-05 Read more