Aaron tidak langsung menjawab.Ada keseriusan baru yang membuat rasa penasaran Fay semakin besar."Semua ritual itu baru bisa dilakukan setelah seluruh klan menyetujui pernikahan kita dan menerimamu sebagai Luna-ku," lanjut Aaron, memecah keheningan dengan nada suara yang berat.Fay tertegun. Kalimat Aaron barusan bagai menyiramkan air es ke atas kepala, menyadarkannya pada realitas yang kejam."Menyetujui?" tanya Fay, suaranya mendadak tercekat di tenggorokan. "Tapi kamu baru saja bilang kalau Dewan Tetua dan kaummu menentang pernikahan dengan manusia. Bagaimana mungkin mereka akan menyetujuinya dalam waktu lima hari?"Perlahan, Aaron meraih tangan Fay, menempelkan telapak tangan wanita itu tepat di atas dada kirinya, membiarkan Fay merasakan detak jantungnya yang berdegup kuat, dan penuh keyakinan."Karena masalah persetujuan klan inilah, Fay, sekarang aku akan membahasnya bersamamu," ucap Aaron dengan suara rendah yang menenangkan. "Aku minta kamu mendengarkan baik-baik keputusan d
Read more