Inicio / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 267. Jebakan di Balik Undangan

Compartir

267. Jebakan di Balik Undangan

Autor: malapalas
last update Fecha de publicación: 2026-09-21 12:10:39

“Bukan sekadar mengundangnya.” Marcus merebut dokumen itu dari tangannya. “Dia sengaja menempatkan nama investor itu di urutan pertama agar kita tahu bahwa pria itu akan menjadi bagian penting dalam pernikahan tersebut.”

Marcus menunjuk daftar nama itu dengan telunjuknya.

“Jika kita datang dan mencoba mengacaukan acara, kita bukan hanya akan berhadapan dengan Aaron, tetapi juga Edward Johnson.” Marcus mengepalkan tangannya. “Kamu tahu seberapa besar pengaruh investor itu terhadap perusahaan kla
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Anak Rahasia Sang Alpha   269. Kedatangan Sekutu Sang Alpha

    Suara mesin jet pribadi perlahan mereda setelah pesawat itu berhenti di landasan khusus penerbangan privat. Beberapa petugas keamanan yang telah berjaga di sekitar area segera bergerak. Mereka berdiri dalam barisan teratur di sisi landasan, sementara angin yang berembus mengibaskan ujung jas hitam yang dikenakan masing-masing pengawal. Pintu pesawat terbuka. Beberapa detik kemudian, Edward Johnson muncul dari dalam kabin. Pria itu mengenakan setelan abu-abu gelap dengan kemeja putih yang rapi. Begitu melihat Aaron berdiri tidak jauh dari tangga pesawat, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya. “Aaron!” Edward menuruni tangga dengan langkah ringan sebelum berjalan menghampiri sang Alpha. Aaron membalasnya dengan senyum tipis. Ia mengulurkan tangan ketika Edward sudah berada di hadapannya. “Selamat datang, Edward.” Aaron menjabat tangan Edward dengan erat. “Terima kasih sudah menerima undanganku dan datang langsung ke sini.” Edward terkekeh pelan. “Kamu tidak perlu berterima ka

  • Anak Rahasia Sang Alpha   268. Celah di Balik Rencana

    Benak Lira berputar cepat. Rasa sakit tiba-tiba mencengkeram hatinya.Pernikahan yang bukan hanya akan mengikat Aaron dan Fay secara resmi, tetapi juga berpotensi mengukuhkan kedudukan perempuan itu sebagai Luna dan Arsen sebagai pewaris sah di hadapan para pemimpin klan.Jemari Lira kembali mengepal. Ia tidak ingin membayangkan Aaron berdiri di hadapan semua orang bersama Fay, sementara dirinya dan semua pihak hanya bisa menyaksikan tanpa mampu melakukan apa pun.Lebih dari itu, ia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa pria yang dahulu begitu dekat dengannya kini telah membangun kehidupan yang sama sekali tidak lagi memberinya tempat.Lira menarik napas perlahan, berusaha meredam gejolak yang mulai menguasai dadanya.Beberapa saat kemudian, ia menatap Marcus dengan hati-hati.“Jika pernikahan itu sudah terdaftar secara sah ... apakah kita benar-benar tidak bisa melakukan apa pun?” tanyanya.Pertanyaan itu membuat Marcus terdiam sejenak. Ia kemudian berjalan menuju meja dan meletakka

  • Anak Rahasia Sang Alpha   267. Jebakan di Balik Undangan

    “Bukan sekadar mengundangnya.” Marcus merebut dokumen itu dari tangannya. “Dia sengaja menempatkan nama investor itu di urutan pertama agar kita tahu bahwa pria itu akan menjadi bagian penting dalam pernikahan tersebut.”Marcus menunjuk daftar nama itu dengan telunjuknya.“Jika kita datang dan mencoba mengacaukan acara, kita bukan hanya akan berhadapan dengan Aaron, tetapi juga Edward Johnson.” Marcus mengepalkan tangannya. “Kamu tahu seberapa besar pengaruh investor itu terhadap perusahaan klan kita.”Lira terdiam, sementara Marcus melanjutkan dengan suara yang semakin berat.“Jika Edward menganggap tindakan kita sebagai ancaman terhadap kepentingan bisnisnya, dia bisa menggunakan kekuatan finansial dan hak investasinya untuk menggeser kepemilikan saham pihak-pihak yang terlibat.”“Termasuk saham milik Dewan?” tanya Lira.“Bukan hanya milik Dewan.” Tatapan Marcus mengeras. “Saham milik para Tetua dan seluruh pihak yang mendukung tindakan tersebut bisa dipindahkan melalui kesepakatan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   266. Amarah Sang Tetua

    Gebrakan meja terdengar keras ketika tinju Tetua Marcus menghantam permukaan meja kerjanya.Surat undangan pernikahan yang baru saja dibacanya tergeletak di hadapannya. Lambang keluarga Aaron tercetak jelas pada bagian atas, disertai pesan resmi dari utusan pribadi Sang Alpha.Namun, bukan undangan itu yang membuat amarahnya memuncak. Melainkan lampiran berisi daftar tamu yang telah dipersiapkan Aaron.Marcus meraih lembaran tersebut dan membacanya sekali lagi, seolah berharap nama yang tertera di urutan paling atas akan berubah.Tetapi nama itu tetap sama.Edward Johnson.Investor terbesar dan terkuat yang kini begitu diagung-agungkan oleh klannya.Seorang pengusaha asal Singapura yang telah menyuntikkan dana fantastis ke perusahaan Aaron, memperkuat posisi bisnisnya sekaligus memperluas pengaruhnya di antara para pemimpin klan.Dan sekarang, pria itu tercantum sebagai tamu terpenting dalam pesta pernikahan Aaron yang akan diselenggarakan besok.Marcus meremas kertas di tangannya.Se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   265. Kepulangan yang Menyimpan Rahasia

    Aku merasa seperti sedang bermimpi.Sosok pria yang berdiri beberapa meter di hadapanku terlihat begitu nyata, tetapi pikiranku seolah menolak mempercayainya.​Beberapa kali aku mengerjapkan mata, mencoba membuktikan bahwa ini hanya ilusi. Namun, pria itu tak kunjung lenyap.​Wajah yang begitu kukenal. Senyum yang selama ini kurindukan.“Ayah...?” ucapku ragu.Pria itu tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan dengan senyum khasnya, lalu merentangkan kedua tangan kepadaku.Detik itu juga, aku langsung berlari.“Ayah!”Aku menghambur ke dalam pelukannya.Begitu kedua lengannya memeluk tubuhku, seluruh pertahananku runtuh. Tangisku pecah begitu saja. Aku menangis sangat keras.Ayah mengusap punggungku perlahan.“Fay ... tenang. Ayah sudah di sini.”Namun, aku tidak peduli.Aku terus menangis dalam pelukannya, meluapkan seluruh emosi atas segala hal yang harus kulalui tanpa kehadiran Ayah di sampingku.“Sudah, Fay.” Suara Ayah terdengar sabar. “Ayah minta maaf.”Aku tetap tidak

  • Anak Rahasia Sang Alpha   264. Kejutan di Makam Nenek

    Beberapa hari terakhir terasa begitu sibuk bagiku. Sejak Aaron mengatakan bahwa pernikahan kami akan segera dilangsungkan, mansion seolah berubah menjadi tempat persiapan sebuah acara besar. Hampir setiap hari ada orang baru yang datang membawa berbagai keperluan pernikahan. Aku bahkan hampir tidak memiliki waktu untuk sekadar duduk santai. Para desainer terkenal didatangkan Aaron langsung ke mansion untuk mempersiapkan gaun pernikahanku. Mereka membawa begitu banyak pilihan gaun hingga aku sendiri kesulitan menghitungnya. Ada gaun dengan rok panjang yang menjuntai hingga lantai, gaun dengan detail renda yang begitu rumit, sampai gaun dengan hiasan yang berkilauan di bawah cahaya lampu. Semuanya indah. Semuanya terlihat seperti gaun yang hanya pantas dikenakan seorang putri. Masalahnya, Aaron selalu punya pendapat lain. "Yang itu terlalu sederhana." Aku menoleh kepadanya dengan tidak percaya. "Ini sederhana?" Aaron hanya menggeleng. "Untuk calon Luna-ku, itu belum cukup." Ak

  • Anak Rahasia Sang Alpha   58. Api yang Dibawa Pulang

    Jessi keluar dari dalam lift dengan langkah tergesa-gesa, hampir tersandung karena pandangannya yang mengabur. Napasnya terengah-engah dan kacau, sementara sebelah tangannya masih menekan sisi wajah yang terus mengalirkan darah segar. Namun, rasa perih yang menjalar di kulitnya sama sekali tidak se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   55. Kembalinya Sang Predator

    Udara di lantai eksekutif pagi itu terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Langkah kaki Aaron terdengar tenang namun mematikan, menggema di lorong yang sunyi. Di belakangnya, Aldrick dan Lucien berjalan dalam diam, memberikan aura perlindungan yang sangat kuat. Tidak ada satu pun staf atau karyawan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   49. Lolongan yang Mencari

    ​Aku tidak tahu pasti kapan percakapan penuh ketegangan semalam berakhir. Yang teringat di benakku hanyalah sisa-sisa tatapan Aaron yang terlalu dalam, napasnya yang hangat menerpa wajahku, dan debaran jantungku yang terasa semakin keras, seolah ingin melompat keluar dari tempatnya.Saat kesadarank

  • Anak Rahasia Sang Alpha   44. Tidak Ada Jalan Keluar

    Aku tahu dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan jawaban itu. Mempertimbangkan bagaimana keadaannya sekarang dengan luka di perutnya yang masih berada dalam tekanan tubuhku, aku tidak punya pilihan selain mengatakannya sekarang.Dan terpaksa aku harus mengaku.Aku berusaha mencari kosakata yang

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status